Rabu, 16 Januari 2013

PTK SMA 61 - UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA MATERI PERUBAHAN SOSIAL DENGAN


UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA MATERI PERUBAHAN SOSIAL DENGAN 
METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF KELOMPOK BELAJAR MODEL JIGSAW SISWA KELAS XII-2 
SMA NEGERI 4 MADIUN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2007/2008

BAB I
PENDAHULUAN

A.              Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia. Menciptakan manusia yang cerdas dan maju perlu diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan. Mutu pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu guru. Kunci keberhasilan pelaksanaan sangat ditentukan oleh faktor guru sebagai pengelola kegiatan pembelajaran. Proses belajar mengajar akan optimal apabila guru mampu merencanakan pelaksanaan sampai evaluasi. Proses belajar mengajar meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai dengan evaluasi dan program tindak lanjut. Hal tersebut mengandung makna bahwa pembelajaran tidak terlepas dari evaluasi. Dengan evaluasi akan diketahui seberapa jauh seorang siswa menerima bahan ajar yang diberikan kepadanya.
Evaluasi juga dapat dijadikan sebagai acuan seberapa besar siswa mampu menyerap meteri yang diberikan guru. Terkadang hasil evaluasi yang telah dilakukan mendapatkan hasil yang mengecawakan, dimana hasil prestasi belajar siswa tidak seperti harapan dari guru pengampunya. Tentu saja kegagalan ini menjadikan perhatian guru untuk mengadakan perubahan cara penyampaian materi yang mudah dicerna oleh siswa. Guru harus mampu mengadakan inovasi baru dalam proses belajar mengajar, agar tujuan pembelajaran dapat berhasil sesuai harapan.
Seiring dengan hal tersebut, tidak terlepas dari penguasaan materi pelajaran khususnya Sosiologi pada diri siswa di SMA Negeri 4 Madiun . Menurut data hasil evaluasi belajar Kelas XII-2 Tahun Pelajaran 2007/2008 daya serap terhadap Mata Pelajaran Sosiologi masih kurang. Pada materi Perubahan sosial dalam ulangan harian yang mencapai penguasaan materi sebesar 32% atau hanya 15 anak dari 39 siswa. Dari permasalahan tersebut maka guru mencari masalah yang menjadi kendala bagi siswa kelas XII-2 SMA Negeri 4 Madiun sehingga dapat membantu meningkatkan penguasaan materi pelajaran Sosiologi materi Perubahan sosial akhirnya prestasi belajar siswa juga meningkat.
Adanya kekurangan dalam pembelajaran Sosiologi ini, penulis refleksikan pada diri sendiri mengenai sebab-sebabnya, kemudian dibuat catatan untuk merancang suatu kegiatan perbaikan pembelajaran. Rencananya pelaksanaan perbaikan dilakukan dalam 2 siklus penelitian tindakan kelas untuk Mata Pelajaran Sosiologi pada materi Perubahan sosial di  Kelas XII-2. apabila siklus pertama telah berhasil, maka tidak perlu dilakukan perbaikan siklus 2,  tetapi apabila siklus pertama gagal, maka dilanjutkan ke siklus-siklus berikutnya sampai diperoleh keberhasilan perbaikan yang ditandai dengan tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini, penulis mengambil judul: “UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA MATERI PERUBAHAN SOSIAL DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF KELOMPOK BELAJAR MODEL JIGSAW SISWA KELAS XII-2 SMA NEGERI 4 MADIUN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2007/2008”.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah dapat dibuat suatu rumusan masalah sebagai berikut: “Apakah metode kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi pada materi perubahan sosial siswa kelas XII-2 SMA Negeri 4 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2007/2008?”

C.   Tujuan Penelitian

                Tujuan yang akan dicapai dalam Penelitian Tindakan Kelas ini  adalah: “Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar Sosiologi pada materi Perubahan sosial siswa Kelas XII-2 SMA Negeri 4 Madiun Semester I Tahun Pelajran 2007/2008 ”.

D.                  D.            Manfaat Penelitian

                Hasil pelaksanaan penelitian penerapan kelompok belajar dalam pembelajaran Sosiologi ini akan memberikan manfaat yang berarti bagi perorangan/instansi di bawah  ini:
1.     Bagi Siswa
a.          Memudahkan siswa dalam pemahaman materi.
b.          Meningkatkan hasil prestasi belajar siswa
2.     Bagi Guru
a.          Menemukan alternatif model pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil prestasi belajar siswa.


 
DAFTAR PUSTAKA


Anita Lie. 2005. Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta : Gramedia.

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball, 1991. Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Hasibuan, J.J. dan Moedjiono, 2000, Proses Belajar Mengajar, Bandung, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.

Koko Martono, R. Eryanto, Firman Syah Noor.. 2007. Sosiologi dan Kecakapan Hidup, Untuk SMA 12A. Bandung : Ganeca Exact.

Kusmana Pachrudin, E., 1985, Proses Belajar Mengajar : Azas, Strategi, Metode, Jurusan Pendidikan Dunia Usaha, IKIP Bandung.

Madyo Ekosusilo, dan Kasihadi, 2000. Dasar-Dasar Pendidikan, Semarang, Penerbit Effhar Publishing.

Moedjiono dan Dimyati, Moh., 1991, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, Dikti, Depdikbud.

Martinis Yamin. H. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Jakarta, Penerbit Gaung Persada Press.

Sriyono, dkk., 1992, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta.

Suharsimi Arikunto, dkk., 2007, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta.

Winkel. W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

0 komentar:

Poskan Komentar