Selasa, 08 Januari 2013

PTK SD 28 - PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM



 
PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II
SEKOLAH DASAR NEGERI GEDANGAN 01
KECAMATAN GROGOL KABUPATEN

BAB I
PENDAHULUAN


A.             Latar Belakang Masalah
1
 
Ilmu pendidikan dibedakan menjadi empat, yaitu ilmu pendidikan teoritis, ilmu pendidikan praktis, ilmu pendidikan sistematis dan ilmu pendidikan historis (Barnadib, 1984: 10). Ilmu pendidikan teoritis memberikan renungan teoritis yang tersusun, teratur, dan logis tentang masalah dan ketentuan pendidikan. Ilmu ini memiliki titik tolak pada praktek pendidikan menuju pemikiran sistematis dan mengenal juga persoalan-persoalan yang bersifat filosofis yang berhubungan dengan pendidikan. Ilmu pendidikan praktis memberikan pemikiran tentang masalah dan ketentuan pendidikan yang langsung ditujukan pada perbuatan mendidik. Ilmu ini menempatkan diri dalam situasi pendidikan dan mengarah pada perwujudan atau realisasi ide-ide pendidikan. Istilah lain adalah mengarah pada teknis pendidikan. Ilmu pendidikan sistematis memberikan pemikiran secara tersusun dan lengkap tentang masalah pendidikan. Ilmu ini lebih membahas secara umum, abstrak dan obyektif tentang masalah pendidikan. Ilmu pendidikan historis memberikan uraian teoritis tentang sistem-sistem pendidikan sepanjang jaman dengan melihat latar belakang kebudayaan dan filosofi yang berpengaruh pada masa tertentu.  Ilmu pendidikan historis ini dianggap memiliki hubungan timbal balik yang paling kuat dengan ilmu pendidikan sistematis.
Apabila dikaitkan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dalam pendidikan, maka terdapat kaitan yang jelas antara ilmu pendidikan teoritis, praktis, historis, dan sistematis. Untuk memaksimalkan kualitas anak didik diperlukan suatu teknik atau metode yang paling sesuai dengan kondisi peserta didik. Untuk menemukan metode ini, diperlukan suatu konsep sistematis yang dapat digali dari pengalaman atau histori pada masa lampau serta konsesp-konsep atau ide-ide sistematis yang mendukung. Ide-ide atau teori tidak akan dapat diaplikasikan secara maksimal tanpa metode pendidikan atau teknik yang tidak mendukung dalam proses belajar mengajar.
Dengan menyadari keterkaitan yang cukup kuat antara aspek teknis (praktis), teoritis, dan ilmu pendidikan sistematis ini, maka dapat dikatakan  bahwa metode atau teknik pembelajaran dalam pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan guna mendukung kualitas yang maksimal dan mendukung ilmu pendidikan sistematik secara umum.
Sementara itu, perkembangan dunia global terus maju pesat, dipelopori dengan pengembangan-pengembangan keilmuan, ekonomi, sistem politik, dan pendidikan di Negara-negara maju.  Pasar bebas dan kerjasama regional serta internasional telah dan sedang dikembangkan. Dengan demikian, maka persaingan semakin ketat dan hampir seluruh aspek kehidupan. Instansi-instansi internasional mulai masuk secara bebas ke Indonesia. Kondisi ini seharusnya merupakan motivasi bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan mutu persaingan.
Peningkatan mutu persaingan dapat diartikan sebagai peningkatan kualitas individu yang mampu menghasilkan hasil karya yang diperoleh dari kompetisi tersebut (Tilaar, 2004). Apabila dikaji lebih dalam, maka peningkatan kempetisi dihasilkan oleh pendidikan yang kondusif bagi lahirnya individu-individu yang kompetitif, dalam arti positif.  
Didukung dengan sistem otonomi pendidikan yang mulai dikembangkan di Indonesia dengan didasari UU Sisdiknas Tahun 2003, maka peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan untuk setiap sekolah yang didirikan dengan misi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menumbuhkan kreatifitas dan inovasi peserta didik.  Dengan demikian, manajemen mutu pendidikan di sekolah dalam rangka membentuk sistem pengajaran yang profesional dan bersaing merupakan suatu tuntutan yang mutlak harus dipenuhi bagi dunia pendidikan di sekolah.
Selama ini, upaya pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan sedang terfokus pada sistem manajemen sekolah secara umum dan pada kurikulum pendidikan. Perbaikan sistem manajemen pendidikan dilakukan melalui otonomi pendidikan, yaitu dengan mengembangkan kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Manajemen Berbasis Kompetensi (MBK) dimana pengelolaan manajemen dilakukan berdasarkan sistem desentralisasi yang ditandai dengan otonomi yang luas ditingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi, dan dalam kerangka kebijakan pendidikan

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700



0 komentar:

Poskan Komentar