Senin, 07 Januari 2013

PTK SD 21 - Penggunaan Alat Peraga Kartu Pecahan Dalam Pembelajaran


Penggunaan Alat Peraga Kartu Pecahan Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Kelas V SD 3 Gondosari, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005 *)

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pembelajaran Matematika di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan. Anak usia SD sedang mengalami perkembangan dalam tingkat berpikirnya yang sedang pada tahapan pra konkrit ke konkrit dan menuju tahapan abstrak. Sedangkan Matematika adalah ilmu deduktif, aksiomatik, formal, hirarkis, abstiak, bahasa simbol yang padat arti.Oleh karena itu diperlukan adanya kemampuan khusus dari seorang guru untuk menjembatani antara dunia anak yang belum berpikir deduktif untuk dapat mengerti dunia Matematika yang bersifat deduktif.
Pengajaran Matematika di Sekolah Dasar (SD) berfungsi mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di SD diutamakan agar siswa mengenal, memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Matematika di SD dapat bermanfaat untuk membentuk pola pikir orang yang mempelajarinya menjadi pola pikir matematis yang sistematis, logis, kritis, dengan penuh kecermatan. Selain itu, Matematika jugs berguna untuk bekal siswa hidup dalam lingkungannya, untuk mengembangkan pola pikimya dan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang akan dipelajari kelak pada tingkat lanjutan di atasnya.
Pembelajaran Matematika di SD memiliki tujuan umum maupun khusus. Tujuan umum mempelajari Matematika di SD adalah (1) Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, dan efektif, (2) mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan Matematika dan pola pikir Matematika dalam kehidupan sehari-hari dan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Sedangkan tujuan khusus pengajaran Matematika di SD adalah (1) menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari; (2) menumbuhkan kemampuan siswa yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan Matematika; (3) mengembangkan pengetahuan dasar Matematika sebagai bekal lebih lanjut di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan; (4) membentuk sikap logis, kritis, cermat dan kreatif dan disiplin.
Pembelajaran Matematika memiliki ciri tersendiri dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya, yakni : memiliki objek kejadian yang abstrak, berpola pikir deduktif dan konsisten. Sedangkan Ruang lingkup materi / bahan kajian Matematika di SD mencakup : aritmatika (berhitung), pengantar aljabar, geometri, pengukuran dan kajian data (pengantar statistika). Penekanan diberikan pada, “penguasaan bilangan” termasuk berhitung.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas maka perlu ditunjang oleh sarana dan prasarana pendidikan yang memadai seperti gedung sekolah, perpustakaan, keterampilan, Latihan praktek laboratorium, fasilitas belajar serta peralatan lainnya, perlu terus disempumakan, ditingkafikan dan didayagunakan.
Berdasarkan konsepsi tersebut di atas, dapat ditarik suatu pengertian bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan peningkatan mutu serta, komponen yang terkait dalam sistem pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian perlu usaha untuk meningkatkan, mengefektifkan, dan menggunakan berbagai sarana dan fasilitas belajar bagi siswa seperti pemanfataan alat peraga, kartu pecahan sebagai bagian integral dalam proses belajar mengajar Matematika.
Tolok ukur keberhasilan dalam mempelajari Matematika adalah hasil belajar (prestasi belajar) itu sendiri. Dengan demikian prestasi belajar memiliki arti yang sangat penting dalam pendidikan. Namun kenyataannya hasil semester perolehan nilai rata-rata, 5,9 (pencapaian target kelas 59 %). Hal ini menunjukkan bahwa hasil prestasi belajar Matematika masih rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hal ini disebabkan konsep-konsep dalam Matematika itu abstrak, sedangkan pada umumnya siswa berpikir dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak, maka salah satu jawabannya agar siswa mampu berpikir tentang Matematika yaitu dengan menggunakan media pendidikan atau alat peraga. Sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual anak SD yang masih dalam tahap operasi konkret, maka siswa SD dapat menerima konsep-konsep Matematika yang abstrak melalui benda-benda konkret. Untuk mengupayakan kendala tersebut maka pihak sekolah (guru), berusaha mencari jalan pemecahannya yaitu melalui perbaikan dalam sistem pembelajaran termasuk penerapan metode pengajaran, penyajian materi dengan memakai alat peraga. (fasilitas belajar) yang tersedia seperti pemanfaatan alat peraga kartu pecahan. Tujuan digunakannya alat peraga kartu pecahan adalah memudahkan siswa dalam memahami atau mendalami suatu topik di dalam Matematika khususnya pokok bahasan operasi pecahan. Berdasarkan hal tersebut kartu pecahan sebagai alat peraga yang sangat berarti dan menunjang kelancaran pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam peningkatan prestasi belajar siswa.
Alasan peneliti menggunakan peraga kartu pecahan adalah tingkat perkembangan berpikir siswa Sekolah Dasar menurut Piaget anak seumur 7 – 12 tahun berada pada tingkat operasi konkret, belum mampu melakukan operasi yang kompleks, dapat menalar induktif tetapi masih sangat lemah bemalar deduktif, masih mengalami kesulitan menangkap ide (gagasan) abstrak, maka memerlukan bantuan memampulasi benda. konkret (alat peraga).

B.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut :
1.       Hasil pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar masih belum optimal hal ini disebabkan oleh kurangnya sarana dan prasarana serta media pembelajaran.
2.       Penggunaan alat peraga kartu pecahan belum dapat dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan prestasi belajar Matematika di Sekolah Dasar.
3.       Guru dan siswa belum menguasai prosedur dan teknik penggunaan alat peraga kartu pecahan.

C.      Pembatasan Masalah
Agar penelitian lebih terarah dan mudah difahami, maka perlu pembatasan masalah. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini terfokus pada penggunaan

'Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700



0 komentar:

Poskan Komentar