Rabu, 02 Januari 2013

PD 707 - IMPLEMENTASI PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES MELALUI PEMANFAATAN LKS UNTUK


IMPLEMENTASI PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES
MELALUI PEMANFAATAN LKS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA POKOK BAHASAN KARAKTERISTIK DAN JENIS TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI
DI SMA MUHAMMADIYAH I SEMARANG

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang ikut menentukan pertumbuhan suatu bangsa. Pendidikan juga merupakan investasi sumber daya manusia, dimana peningkatan kecakapan dan kemampuan diyakini sebagai faktor pendukung upaya manusia untuk berprestasi di bidangnya. Dalam kerangka inilah pendidikan diperlukan dan dipandang sebagai kebutuhan dasar suatu bangsa yang ingin maju, demikian halnya dengan Indonesia.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah dengan pendidikan. Untuk itulah kualitas pendidikan harus senantiasa ditingkatkan.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, perlu ada perhatian secara khusus dari berbagai aspek. Aspek tersebut meliputi profesionalisme guru, perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, tujuan pendidikan dan pengajaran, program pendidikan dan kurikulum, perencanaan pengajaran, strategi belajar mengajar, media pembelajaran, bimbingan belajar, hubungan antara sekolah dengan masyarakat, serta manajemen pendidikan/ kelas. (Hamalik,oemar.2003:125) Keseluruhan aspek tersebut saling melengkapi dan saling berkaitan sebagai bagian dari sistem pendidikan, sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan harus mencakup keseluruhan aspek tersebut.
Komponen pendidikan terdiri atas guru, siswa, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media, sarana prasarana, kurikulum, serta lingkungan. Pengembangan pendidikan melalui tiap komponen harus benar – benar dilakukan secara cermat dan saling berkaitan. Peningkatan kualitas pendidikan tersebut bukan hanya menjadi tangggung jawab para praktisi pendidikan, yaitu guru, namun juga termasuk masyarakat dan pemerintah.
Para praktisi pendidikan (pendidik) menurut PP RI No.19 Th 2005 adalah mereka yang berkualifikasi dan berkompetensi sebagai guru, dosen, konselor, pamong, pamong pelajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Pihak – pihak tersebut dapat melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan metode pembelajaran, kelengkapan alat bantu mengajar, pemilihan media yang sesuai, serta penanganan – penanganan permasalahan praktis pendidikan secara tepat.
Dari segi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui upaya kerjasama yang baik antara sekolah dengan masyarakat, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan saling mendukung. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah yang saat ini sedang dikembangkan penerapannya di Indonesia, sekolah perlu menjalin komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid /masyarakat. Masyarakat dapat berperan serta dalam memantau pengelolaan sekolah melalui komite sekolah. Masyarakat juga bisa menjadi sumber belajar yang relevan dan kontekstual terhadap materi yang sedang dipelajari. Pengembangan konsep Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (MPMBS) ini menuntut adanya perubahan sikap dan tingkah laku seluruh komponen sekolah, kepala sekolah, guru, dan tenaga/ staf administrasi termasuk orang tua dan masyarakat dalam memandang, memahami, membantu, sekaligus sebagai pemantau yang melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan sekolah yang bersangkutan dengan didukung oleh pengelolaan sistem informasi yang representatif dan valid. (Suryosubroto.2004:208)
Sedangkan dari segi pemerintah, upaya peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan melalui perbaikan kurikulum, subsidi pendidikan, serta penerapan kebijakan – kebijakan tertentu di bidang pendidikan. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam dunia pendidikan, seperti pergantian kurikulum, penerapan wajib belajar 9 tahun, serta penetapan Undang – Undang Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah tentang Standar Pendidikan Nasional merupakan bukti bahwa pemerintah selalu berupaya melakukan perbaikan – perbaikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan saat ini adalah diterapkannya kurikulum 2004 yang lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini diterapkan menggantikan kurikulum 1994 yang dianggap sudah tidak relevan lagi dengan tuntutan kehidupan saat ini.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan salah satu pendekatan dalam implementasi pembelajaran yang memberikan pelayanan

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.

Darliana. 1991. Metode Pembelajaran Ketrampilan Proses. Jakarta: Depdikbud.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Akuntansi SMA & MA. Jakarta: Pusat kurikulum Balitbang Depdiknas.

Dhari, HM. dan Dharyono, AP. 1988. Perangkat Pembelajaran. Malang: Depdikbud.

Hadi, Sutrisno. 1992. Metode Riset 1. Yogyakarta: Andi Offset.

Hamalik, Oemar. 2003. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, Implementasi, dan Inovasi. Bandung: PT Remaja Rosda karya offset.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Diperbanyak oleh Penerbit Sinar Grafika.

Sardiman. 1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV Rajawali.

Siregar, Syafrudin. 2005. Statistik Terapan untuk Penelitian. Bandung: penerbit ALFABETA.

Sudjana, Nana. 2001. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Suherman, Erman. 1990. Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Penerbit Wijaya kusumah.

Suranto, Agus dkk. 2003. Prinsip – Prinsip Akuntansi 2 untuk Kelas 2 SMA semester I dan II. Jakarta: Yudhistira.

Suryosubroto. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Usman, Moh Uzer dan Lilis setyawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


0 komentar:

Poskan Komentar