Rabu, 02 Januari 2013

PD 623 - ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR MATA



ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS III DI SMP NEGERI 38 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2005/2006

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan kehidupan masyarakat telah membawa konsekuensi bagi dunia pendidikan agar segera melakukan berbagai upaya penyesuaian untuk mampu menyiapkan peserta didik yang siap bersaing dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang cukup kompleks.
Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan peka terhadap tantangan zaman.
Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, dunia pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Menurut Tu’u (2004:2) mutu pendidikan di Indonesia dinilai masih rendah, hal ini dibuktikan dengan “hasil penelitian UNDP (United Nation Development Program) tahun 1999 menunjukan bahwa HDI (Human Development Index) Indonesia berada pada urutan 105 dari 117 negara yang diteliti. Indonesia tertinggal oleh negara tetangga seperti Singapura (22), Brunai (25), Malaysia (56), Thailand (58), dan Filipina (96)”.
Usaha meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dewasa ini mendapat perhatian yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan sarana prasarana pendidikan, profesionalisme tenaga pendidik, maupun peningkatan mutu anak didik. Salah satu bentuk peningkatan mutu anak didik yaitu ditetapkannya batas minimal kelulusan Ujian Akhir Nasional (UAN) yaitu 4,25. Sedangkan batas minimal ketuntasan belajar yang harus dicapai siswa adalah 6,5. Dengan adanya hal tersebut diharapkan mutu anak didik dapat ditingkatkan.
Ilmu ekonomi sebagai salah satu mata pelajaran di SMP berfungsi membekali siswa dengan pengetahuan dan ketrampilan dasar agar mampu mengambil keputusan secara rasional tindakan ekonomi dalam menentukan berbagai pilihan. Lebih jauh salah satu tujuan pembelajaran ekonomi adalah “untuk membekali beberapa konsep dasar ilmu ekonomi sebagai pedoman dalam berperilaku ekonomi dan untuk mendalami mata pelajaran ekonomi pada jenjang berikutnya” (Depdiknas 2001).
Berdasarkan tujuan pembelajaran ekonomi di atas, dapat dilihat bahwa ekonomi bukan merupakan mata pelajaran hafalan. Para siswa harus mampu mengaitkan antara teori dengan realitas kehidupan, sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan ekonomi secara kritis untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi sehari-hari. Dengan demikian siswa dapat memahami dan meningkatkan pengetahuan ekonomi yang dimiliki sebagai hasil belajarnya.
Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal, merupakan tempat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Di tempat inilah ilmu pengetahuan diajarkan dan dikembangkan kepada anak didik. Para guru dan siswa terlibat secara interaktif dalam proses pendidikan. Menurut Tu’u (2004:1) bahwa proses belajar mengajar meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut:
Proses proses belajar mengajar meliputi kegiatan pendidikan, pembelajaran, dan latihan. Kegiatan mendidik mengarah pada peningkatan dan perkembangan afektif (sikap) yang terdiri dari moral, etika, mental, spiritual dan perilaku positif. Sementara pembelajaran mengarah pada peningkatan dan perkembangan kemampuan kognitif (pengetahuan), yang terdiri dari menghafal, mengingat, analisis, sintesa, aplikasi dan evaluasi. Selanjutnya, latihan mengarah pada peningkatan dan perkembangan psikomotorik (kertampilan) yang berkaitan dengan mengerjakan hal-hal praktis.
Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan pengetahuan dan ketrampilan siswa terhadap mata pelajaran adalah prestasi belajar yang umumnya ditunjukan dalam bentuk nilai. “Prestasi belajar siswa tersebut terutama dinilai aspek kognitifnya karena berhubungan dengan kemampuan siswa dalam pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesa dan evaluasi” (Tu’u 2004:75). Sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku ditetapkan batas minimal ketuntasan belajar individu yang harus dicapai adalah 6,5. Atas dasar DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono.1999. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Ametembun, N.A. 1974. Management Kelas. Bandung: IKIP Bandung.

Anni, Chatarina Tri. 2004. Psikologi Belajar. Semarang: UPT UNNES Press.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.

----- 2002a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

----- 2003b. Manajemen Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.

Balitbang Puskur. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Ekonomi untuk SMP. Jakarta: Depdiknas.

Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Fakultas Ilmu Sosial. 2003. Pedoman Penulisan Skripsi FIS. Semarang: UNNES Press.

Ichsan, M. 1988. Pendidikan Kesehatan dan Olah Raga. Jakarta: Depdikbud.

Laporan PPL 1 di SMP Negeri 38 Semarang. 2005. Universitas Negeri Semarang.

Margono, S. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Martono; Fachrurrozie, dan Kusmuriyanto. 2002. Mengembangkan Daya Tarik Produk Melalui Analisis Perilaku dan Kebutuhan Penabung di Bank BRI Cabang Semarang. Laporan Penelitian. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial UNNES. 161
Moleong, Lexy J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Pradipto, Soekini; Suharto, dan Tobing. 1977. Pendidikan Anak-anak Tunanetra. Bandung: Masa Baru.
Purwanto, Ngalim. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Remaja Rosda Karya.
Pusat Bahasa Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Siegel, Sidney. 1994. Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta : Gramedia.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.
Sugandi, Achmad. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang : UNNES Press.
Suyudi, Imam dan Aip Sjarifudin. 1979. Olah Raga II untuk SPG. Jakarta: Depdikbud.
Supranto, J. 2004. Analisis Multivariat Arti & Interpretasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Suyanto dan Nurhadi. 2000. Pokok-pokok Pembelajaran Pendidikan Ekonomi di SLTP. Jakarta: Depdiknas.
Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Genesindo.
Widayanti, Elis (Ed). 2003. PR Ekonomi Untuk Kelas 1 SMU. Klaten: Intan Pariwara.



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


0 komentar:

Poskan Komentar