Kamis, 13 Desember 2012

E-38 EVALUASI SYSTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT STUDY KASUS PADA


EVALUASI SYSTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT STUDY KASUS PADA PT. SUN STAR MOTOR
DI SURAKARTA

BAB I

1.1.    Latar belakang masalah
Pada masa sekarang ini berbagai macam cara dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan. Selain dengan mengintensivkan promosi, perusahaanpun mulai mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diperkirakan akan dapat menaikkan volume penjualan, seperti menerap ken sistem penjualan secara kredit. Kebijakan kredit ini juga akan membantu perusahaan dalam menambah pelanggan dan daerah pemasaran.
Pihutang sangat berpengaruh dalam kehidupan perusahaan yang melaksanakan kebijakan kredit, sehingga perlu dikelola den dikendalikan dengan baik.
Penjualan kredit tidak segera menghasilkan penerimaan kas, tetapi menimbulkan pihutang langganan, den barulah kemudian pada hari jatuh temponya terjadi terha dap aliran kas masuk (cashflows) yang berasal dari pengumpulan pihutang tersebut.[1]
Untuk dapat bersaing terutama dengan perusahaan sejenis, perusahaan selalu berusaha untuk dapat melebar ken jangkauannya dengan mencari pelanggan-pelanggan baru. Bagi perusahaan yang menetapkan sistem penjualan secara kredit harus dapat menetapkan syarat kredit yang mampu menarik minat pelanggan baru, Meskipun nantinya perusahaanpun akan mengeluarkan biaya tambahan untuk dapat melaporkan pihutang-pihutang tersebut.
Politik penjualan kredit yang agresif akan dapat merangsang minat calon konsumen untuk membeli barang. Hal in dikarenakan calon konsumen akan dimungkinkan untuk memakai dan menikmati kegunaan barang yang dibelinya tanpa harus mengeluarkan uang yang besar pada saat membeli, sehingga dapat menikmati sekarang juga dengan membayar dikemudian hari.[2]
Dalam hal menarik pelanggan baru, jika perusahaan menjual secara kredit hanya kepada pelinggan yang kuat saja maka perusahaan akan menanggung resiko yang sedikit saja disebabkan oleh pihutang yang tidak dapat ditagih (bad debts). Akan tetapi jika perusahaan tidak menjual kepada pelanggan kecil maka mungkin sekali perusahaan akan kehilangan penjualan, dan laba yang tidak jadi diterimanya dari penjualan yang hilang ini mungkin lebih besar daripada biaya yang dihindarinya.
Bagi perusahaan yang sebelumnya menjalankan kebijakan penjualan tunai dan kemudian beralih pada kebijakan penjualan penjualan kredit, maka akan sangat terasa bahwa total penjualan akan mengalami peningkatan, yang berarti pula terjadi peningkatan penerimaan.
Namun demikian perusahaan haruslah selalu mengawasi perkembangan dari kebijakan penjualan secara kredit yang telah ditetapkan. Bagi seorang manajer kredit, informasi-informasi yang berhubungan dengan kebijakan tersebut mutlak diperlukan agar kebijakan tersebut dapat selalu dikendalikan.
Evaluasi sistem pengendalian intern terhadap pihu­tang merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan yang menjual produk secara kredit, sedangkan manajemen pihutang terutama menyangkut masalah pengendalian pembe rian dan pengumpulan pihutang, dan evaluasi terhadap politik kredit yang dijalankan oleh perusahaan.
Salah satu hal yang dapat membuktikan apakah perusahaan yang menganut kebijakan kredit tersebut telah mengevaluasi sistem pengendalian intern terhadap pihutang secara evisien adalah dilihat melalui ratio perputaran pihutangnya dan melalui hari rata-rata pengumpulan pihutangnya. Tinggi rendahnya ratio perputaran pihutang mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam pihutang. Makin tinggi rationya berarti makin cepat perputaran pihutangnya sehingga modal yang harus diinvestasikan kecil. Sebaliknya jika rationya rendah berarti perputaran pihutangnya lambat sehingga akan menyebabkan modal yang harus diinvestasikan menjadi besar.
Begitu pula bila kita lihat hari rata-rata pengumpulan pihutangnya. Bila hari rata-rata tersebut lebih besar daripada periode kredit yang telah ditetapkan oleh perusahaan berarti bahwa cara pengumpulan pihutangnya kurang efisien. Atau bisa juga berarti banyak pelanggan yang tidak memenuhi syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kedua hal tersebut di atas dapat merupakan kriteria penjualan.
Apabila perusahaan tidak segera mengambil langkah- langkah  untuk mengendalikan keadaan tersebut maka perusahaan akn menderita kerugian. Disinilah peran sistem pengendalian intern terhadap pihutang diperlukan untuk lebih aktif, untuk mengatasi keadaan-keadaan seperti tersebut di atas.
Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diatas maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul "EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT" (Studi kasus pada PT. SUN STAR MOTOR, Jl. Kolonel Sutarto, No. 19, Solo).

1.2.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dengan dilaksanakannya tindakan pengendalian diharapkan manajemen dapat mengatur dan membatasi kegiatan perusahaan sedemikian rupa sehingga pelaksanaannya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Adapun unsur pokok sistem pengendalian intern, yaitu:
1.       Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas.
2.       Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.
3.       Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
4.       Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya.
Didalam perusahaan, penjualan merupakan komponen utama kelancaran usaha. Untuk mengatasi terjadinya kesalahan dan kecurangan dalam sistem penjualan kredit dan penagihan pihutang, perlu adanya evaluasi sistem pengendalian intern.
Oleh karena itu masalah dalam penelitian ini adalah apakah SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM PENJUALAN KREDIT yang diterapkan dalam PT. SUN STAR MOTOR, Jl. Kolonel Sutarto. No. 19, Solo sudah efektif ?

1.3.    Penbatasan Masalah
Karena begitu luasnya obyek penelitian dan akan memerlukan waktu yang tidak sedikit serta terbatasnya kemampuan yang ada pada penulis, maka pembahasan akan dibatasi hanya pada masalah pengujian kepatuhan penjualan kredit dan penagihan pihutang dengan menggunakan stop-or-go sampling dengan maksud untuk menghindari pengambilan sample yang terlalu banyak. Pengambilan sample ditentukan secara sistematis sehingga tidak ada sample yang terambil lebih dari satu kali.

1.4.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA

Bambang Riyanto. 1984, Dasar-Dasar Pembelanjaan (Perusahaan Yayasan Penerbit GAMA,  Yogyakarta).

Indriyo. 1981, Manajemen Keuangan (Balai Penerbit Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta).

Mulyadi, Pemeriksaan Akuntansi, (Yogyakarta Bagian Penerbit Stie YKPN, 1992).

Mulyadi, System Akutansi , (Yogyakarta Bagian Penerbit Pusat Antara Siversitas, UGM, 1993)

Mulyadi, System Akuntansi, (Yogyakarta Bagian Penerbit Stie YKPN, 1993).

Ruchyat Kosasih, Auditing Prinsip Prinsip Dan Prosedur (Yogyakarta) : Penerbit Ananda, 1984.


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


0 komentar:

Poskan Komentar