Selasa, 13 November 2012

AG 22 - ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I


ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB
PADA MATA KULIAH ISTIMA’ I

ABSTRAK

Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Mata Kuliah Istima’ I

Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi. bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Dengan bahasa pula maka manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut diatas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa.
Tidak dapat disangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut.
Objek penelitian di sini ialah Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab UPI. Sedangkan yang menjadi sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat I Program Pendidikan Bahasa Arab____tahun ajaran 2004/2005 yang telah menyelesaikan pembelajaran mata kuliah Istima’ I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan angket.
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini adalah untuk mengungkap kesulitan-kesulitan yang didapat oleh para pembelajar bahasa Arab dalam mempelajari Istima’I, untuk kemudian memberikan solusi dari permasalahan tersebut.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Istima’ I ditinjau dari faktor intrinsik pembelajar adalah adanya perasaan tidak senang terhadap bahasa Arab, sulitnya materi bahasa Arab pada mata kuliah Istima’ I, adanya perasaan tidak senang terhadap mata kuliah Istima’ I, kurangnya konsentrasi pada saat mengikuti perkuliahan, kurangnya jumlah kehadiran, selalu malas untuk belajar di rumah dikarenakan kurangnya fasilitas, dan kegiatan yang mereka pilih di luar perkuliahan tidak berhubungan dengan perkuliahan. Sedangkan masalah-masalah yang di tinjau dari faktor ektrinsik pembelajar adalah adanya paksaan dari pihak orang tua untuk kuliah di Program Pendidikan Bahasa Arab UPI atau karena faktor terpengaruh oleh teman, kurang memadainya alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar pada mata kuliah Istima’ I, sulitnya tugas yang diberikan oleh pengajar, kurangnya frekuensi mahasiswa dalam mengumpulkan tugas, Metode yang digunakan pengajar dirasakan monoton dan membosankan, sulitnya materi yang diberikan, ketidak hadiran pengajar, dan kondisi tempat tinggal mereka yang tidak mendukung untuk belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Abin, S.M (1999). Psikologi Kependidikan. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya
Cipta Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi V).  Jakarta: P.T. Rineka.

Djojosuroto, K dan Sumaryati, M.L.A. (2004). Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian Bahasa & Sastra. Bandung: Nuansa.

Effendy, A.F (2003). Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Malang: Misykat

Garry, R and Kingsley, H.L (1970). The Nature And Condition Of Learning, N.Y: Prentice-Hall, Inc. Parts 2 and 3.

Hamalik, Oemar (1995). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamdani, Wagino Hamid. (2004). Pengantar Linguistik. Bandung: PSIBA Press.
Hernowo (2004). Menjadi Guru Yang Mau Dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan. Bandung: MLC.

Muin, Abdul (2002). Sintaksis Arab Jilid 1. Bandung: Fakultas Pendidikan Bahasa Dan Seni IKIP

Nazir, Muhammad (1988). Metode Penelitian. Jakarta: PT Galia Indonesia.

Poerwadarminta, WJS. (1982). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ridwan, Muhammad (2004). “Identifikasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Dalam Muatan Kurikulum Pendidikan Tehnik Arsitektur Di Jurusan Pendidikan Tehnik Bangunan FPTK UPI”.Skripsi. Bandung: Fakultas Pendidikan Tehnik Dan Bangunan UPI.

Shihab, Quraish (2001). Mukjizat Al-Qur'an. Bandung: Mizan
Subyakto, Sri Utari. (1993). Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sumarsono dan Paina Partana.(2004). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Surakhmad, Winarno. (1985). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Angkasa
Syah, Muhibbin. (2001). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosda

Tarigan, H.G. (1981). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

______________ (1986). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

---------------------------- (1996). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700
im. � e P� (#� nbsp;      Bagaimanakah cara masyarakat menanggulangi anak putus sekolah di Kecamatan Jangka?
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut di atas maka timbullah keinginan penulis untuk mengangkat permasalahan ini dalam sebuah karangan ilmiah (skripsi)dengan menetapkan sebagai judul adalah: “Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”.

B. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kekeliruan dan lebih mengarahkan pembaca dalam memahami judul skripsi ini penulis merasa perlu untuk menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul tersebut. Adapun istilah- istilah yang perlu di jelaskan adalah sebagai berikut:
1. Anak
Artinya orang atau binatang yang baru di teteskan. Anak adalah turunan kedua sesudah orang yang dilahirkan. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa anak adalah manusia yang hidup setelah orang yang melahirkannya, anak itu merupakan rahmat Allah kepada manusia yang akan meneruskan cita-cita orang tuanya dan sebagai estafet untuk masa yang akan datang.[3]
Adapun anak yang penulis maksudkan dalam skripsi ini adalah anak sebagai keturunan kedua dari sepasang suami istri yang terikat dengan tali pernikahan yang sah yang tidak terlepas dari didikan orang tua baik didikan agama maupun pendidikan umum sehingga anak bisa bersaing dan tercapai cita-citanya.
2.  Anak Putus Sekolah
Putus sekolah (dalam bahasa Inggris dikenal dengan Putus sekolah) adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar. Anak Putus sekolah yang dimaksud dalam penulisan skripsi ini adalah terlantarnya anak dari sebuah lembaga pendidikan formal, yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kondisi ekonomi keluarga yang tidak memadai.
3. Cara Pembinaannya
Cara: 1). Aturan sistem. 2). Gaya, laku, ragam. 3). Adat, resam, kebiasaan. Pembinaan merupakan suatu proses kegiatan yang di lakukan secara berdaya guna memperoleh hasil yang baik.[4]
Adapun pembinaan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah suatu usaha untuk pembinaan kepribadian yang mandiri dan sempurna serta dapat bertanggungjawab, atau suatu usaha, pengaruh, perlindungan dalam bantuan yang di berikan kepada anak yang tertuju kepada kedewasaan anak itu, atau lebih cepat untuk membantu anak agar cakap dalam melaksanakan tugas hidup sendiri, pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku pintar hidup sehari-hari, bimbingan dan nasehat yang memotivasinya agar giat belajar), serta di tujukan kepada orang yang belum dewasa.
Menurut Yurudik Yahya, pembinaan adalah “suatu bimbingan atau arahan yang dilakukan secara sadar dari orang dewasa kepada anak yang perlu dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang kepribadian yang dimaksud mencapai aspek cipta, rasa dan karsa.[5]
Istilah pembinaan atau berarti “ pendidikan” yang merupakan pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa. Selanjutnya pembinaan atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat kehidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Dari penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pembinaan merupakan suatu proses yang di lakukan untuk merubah tingkah laku individu serta membentuk kepribadiannya, sehingga apa yang di cita-citakan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak penulis capai dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:
DAFTAR KEPUSTAKAAN


Abu Abdullah bin Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahihul Bukhari, Juz I, Mesir: Maktabah al Husaini, t.t.

Abuddin Nata, Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia, ed. 1, cet. 1, Jakarta: Kencana, 2003

Al-Husaini Abdul Hasyim, Pendidikan Anak Menurut Islam (Terjemahan Abdullah Mahadi), cet.I, Bandung: Sinar baru Al-Gensiondo, 1994

Abdurrahman Shaleh, Madrasah dan Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1995

Ahmad Daudy, Kuliah Filsafat Islam, Jakarta : Bulan Bintang. 1992

Ali Imran, Kebijakan Pendidikan di Indonesia, Cet. II Jakarta: Bumi Aksara, 2002

A.H. Harahap, Bina Remaja, Medan: Yayasan Bina Pembangunan Indonesia, 1981

Baharuddin M, Putus Sekolah dan Masalah Penanggulangannya, Jakarta: Yayasan Kesejahteraan Keluarga Pemuda 66, 1982

Farmadi, (Kumpulan Makalah Seminar Pendidikan), Pendidikan Islam di Zaman Modern, (Selangor: Al-Jenderami Press, 2005

_________, Selamatkan Anak-Anak dari Putusnya Pendidikan, Semarang: Mujahid Press, 2004

Hasan Langgulung, Azas-Azas Pendidikan Islam, cet. II, Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1988
Ibnu Sina, Majalah Santunan, no 24, Tahun ke IV 1978

Imam Muslim, Shahih Muslim, Juz I, Mesir, Isa Al-Bay Al-Halaby, t.t

Irawati Istadi, Istimewakan Setiap Anak, Jakarta: Pustaka Inti, 2005

Jamaluddin, Psikologi Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995

Kartini Kartono, Pengantar Metodelogi Research Sosial, Bandung: Grafika, 1974

M. Noor Syam, Pengantar Dasar-Dasar kependidikan, cet. I, Surabaya: Usaha Nasional, 1980
DAFTAR PUSTAKA HANYA SEBAGIAN


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700


0 komentar:

Poskan Komentar