Selasa, 02 Oktober 2012

PTS - 10 UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENYUSUN DAN MENGGUNAKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN



UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENYUSUN DAN MENGGUNAKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI SANGGAR KEGIATAN MGMP

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang dapat mencapai tujuan dengan mudah dan menyenangkan sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran yang sistematis. Hal tersebut tentu dapat terlaksana jika didukung oleh suasana kelas yang kondusif, keaktifan dan kreatifitas guru serta motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan mewajibkan guru untuk memiliki Sertifikat Pendidik melalui ujian Sertifikasi. Salah satu kompetensi yang dituntut adalah kompetensi pedagogik, dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melaksanakan evaluasi dan analisis hasil evaluasi serta tindak lanjut.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, merupakan acuan utama bagi guru dalam merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, penilaian serta tindak lanjutnya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 telah disahkan pada tanggal 28 Maret 2007. Namun, hingga penelitian ini dilaksanakan RPP yang ditunjukkan guru-guru umumnya masih menggunakan skenario pembelajaran konvensional.
Masih dominan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centre oriented). Menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dengan didominasi oleh metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hampir tidak ada perangkat pembelajaran khususnya RPP yang menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centre oriented) dengan pendekatan diskoveri inkuiri. Tidak tampak adanya proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi oleh siswa. Pembuatan perangkat pembelajaran dan RPP adalah sangat urgen, menurut Hamzah B. Uno (2006:4) : “Perbaikan kualitas pembelajaran haruslah diawali dengan perbaikan desain pembelajaran”. Perencanaan Pembelajaran dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pembelajaran.
Selain itu, permasalahan yang sering ditemukan di sekolah adalah kurangnya persiapan Guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang masih monoton. Dan dari data yang ada, hanya sekitar 10% guru yang memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap, sementara yang lain masih belum memiliki. Jikapun ada, perangkat yang digunakan belum maksimal, bahkan kebanyakan perangkat yang ada bukan buatan sendiri. Sehingga dampak dari kegiatan proses belajar mengajar di kelas menjadi tidak  menarik dan tidak memotivasi siswa.
Permasalahan tersebut timbul dikarenakan minimnya pengetahuan dan kemampuan guru dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak dipersiapkan dan dirancang dengan baik.
Melalui PTS ini diharapkan guru-guru dapat lebih melatih diri dan meningkatkan kemampuan menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran dengan maksimal sehingga secara otomatis jika proses pembelajaran dirancang dengan baik, maka akan menciptakan suasana kelas yang kondusif dan dapat dengan mudah mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan.

B. Identifikasi Masalah
                Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

(1)      Guru tidak menggunakan perangkat pembelajaran dengan maksimal;
(2)      Pembelajaran tidak maksimal dan tidak menarik;
(3)      Pembelajaran masih verbalisme dan  monoton sehingga siswa kurang termotivasi;
(4)      Rendahnya motivasi dan kreatifitas guru dalam melaksanakan tugas mengajar;
(5)      Lebih dari 50% guru tidak memiliki persiapan mengajar yang maksimal;
(6)      Hanya sedikit guru yang datang tepat waktu pada jam pertama mengajar;
(7)      Hanya sedikit dari siswa yang mencapai KKM yang telah ditentukan.

C. Pembatasan Masalah
Dari masalah-masalah yang telah teridentifikasi seperti telah disebutkan di atas, maka masalah penelitian dibatasi pada masalah Guru yang tidak menggunakan perangkat pembelajaran   dengan maksimal.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
(1)     Apakah dengan kegiatan MGMP akan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran?;
(2)     Model MGMP bagaimana yang tepat untuk dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan guru menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran?

E. Tujuan Penelitian
                Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk:
(1)         Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran;
(2)         Meningkatkan motivasi, inovasi dan kreatifitas guru melaksanakan tugas mengajar;
(3)         Meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian tindakan sekolah ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepala sekolah dalam memecahkan masalah guru, meningkatkan motivasi guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehingga menjadi lebih profesional, meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja dan mutu sekolah secara keseluruhan.
Di samping itu langkah-langkah yang tepat dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan menggunakan perangkat pembelajaran dapat menjadi acuan dalam menyeselaikan masalah yang sama bagi peneliti lain.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1993. Buku Pedoman MGMP Seluruh Indonesia. Jakarta: Ditjen Dikdasmen

----------, 1998. Petunjuk Teknis Penyelenggaraan MGMP SLTP dan SLTA. Jakarta: Ditjen Dikdasmen.

Danim, Sudarwan, 2002. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Moleong, Lexy.J., 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D). Bandung: CV Alfabeta.

Sukmadinata, N.S, 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Sutopo,HB., 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Wijaya, Ali Aksun, 2006. Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Semarang: CV Duta Nusaindo.

Zamroni, Dr, 2004. Pedoman Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Jakarta: Depdiknas.

-----------,http://www.google.com/. Kata kunci Musyawarah Guru Mata Pelajaran, Model Perangkat Pembelajaran, Contextual Tecahing and Learnong.

Sumber-sumber lain yang relevan.



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

0 komentar:

Poskan Komentar