Selasa, 02 Oktober 2012

PTS -07 UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN GURU MELALUI SISTEM REWARD DAN FUNISHMENT GUNA


UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN GURU MELALUI SISTEM REWARD DAN FUNISHMENT GUNA  MENCIPTAKAN EFEKTIFITAS  KEGIATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Guru  adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui  proses  edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengrahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”. Guru professional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Keahlian yang dimiliki oleh guru profesional adalah keahlian yang diperoleh melalui suatu proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan secara khusus untuk itu. Keahlian tersebut mendapat pengakuan formal yang dinyatakan dalam bentuk sertifikasi, akreditasi, dan lisensi dari pihak yang berwenang (dalam hal ini pemerintah dan organisasi profesi). Dengan keahliannya itu seorang guru mampu menunjukkan otonominya, baik secara pribadi maupun sebagai pemangku profesinya
Di samping dengan keahliannya, sosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, Negara, dan agamanya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, social, intelektual, moral, dan spiritual. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya. Tanggung jawab social diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk yang beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dam moral.
Terkait dengan norma maka salah satunya adalah norma  yang terkait dengan ketentuan waktu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesinya. Kapan dia harus mulai masuk, dan keluar berapa lama melaksanakan proses belajar mengajar dan sebagainya, yang kesemuanya itu musti ditaati sebagai salah satu ciri dari guru yang profesional yang memiliki sifat disiplin dalam penggunaan waktu
                Waktu juga merupakan salah satu “modal” kerja yang sangat terbatas, sehingga harus digunakan secara efisien. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa penggunaan waktu dimasyarakat khususnya di SMAN 1  Cileles belum efisien. Bahkan banyak kebiasaan yang membuang - buang waktu. Misalnya pada jam pertama masuk kegiatan belajar mengajar (KBM) jam 07.00 WIB, akan tetapi guru ataupun siswa tidak siap, mereka sepertinya tidak bisa masuk tepat jam 07.00, walaupun ada beberapa guru/siswa bisa masuk tepat jam 07.00, namun itupun tidak stabil, sehingga hal ini berdampak pada stabilitas sekolah. Memang salahsatu faktor penyebab nya adalah 70% jarak tempat tinggal guru dengan sekolah rata-rata di atas 10 km, ditambah transportasi umum kurang. Guru yang tidak memiliki kendaraan pribadi merasa kesulitan. Hal ini berdampak terjadinya guru kesiangan. Begitu pula dengan jam-jam terakhir, kendaraan umum sudah tidak ada. Belum lagi kalau cuacanya buruk, sehingga guru malas untuk ke sekolah. Hal ini berdampak pada stabilitas sekolah seperti alokasi waktu pelajaran jadi berkurang, siswa berkeliaran di lingkungan sekolah, otomatis prestasi belajar siswa rendah.
                Sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, kepala sekolah harus mampu mengelola waktu secara efisien, baik untuk tugas-tugas sendiri maupun untuk sekolah secara keseluruhan. Sehingga keluhan  kegiatan proses belajar mengajar dapat  berjalan secara  efektif dan efisien
                Kebiasaan menggunakan waktu yang produktif oleh kepala sekolah diharapkan dapat menjadi contoh bagi guru, staf administrasi, maupun siswa. Disamping itu perlu menyusun rencana penggunaannya serta pemanfaatan waktu kerja hendaknya di prioritaskan pada kegiatan pengajaran, pembinaan kesiswaan, & pengembangan profesional lainnya di bidang kegiatan lain yang bersifat administratif.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang akan dituangkan dalam sebuah bentuk tulisan laporan penelitian tindakan sekolah dengan judul “Upaya Peningkatan Disiplin  Guru Melalui Sistem Reward and Funishment Guna Menunjang Efektivitas Proses Belajar Mengajar di SMA Negeri 1 Cileles”



B.    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana diungkapkan di atas, masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1.     Guru SMA Negeri 1 Cileles belum  memiliki disiplin waktu
2.     Guru SMA Negeri 1 Cileles belum memiliki disiplin dalam melaksanakan persiapan administrasi pembelajaran
3.     Keluaran hasil pembelajaran siswa masih belum mencapai nilai yang optimal

C.    Pembatasan Masalah
Disiplin guru merupkan  permasalahan yang sangat luas dan menyangkut berbagai dimensi persoalan. Agar lebih terarah dalam melaksanakan penelitian ini maka penulis membatasi permasalahan disiplin ini hanya pada persoalan disiplin waktu dan disilin guru dalam melakukan persiapan administrasi pembelajaran  sehingga dengan adanya disiplin sebagaimana disebutkan di atas maka diharapkan  akan dapat meningkatkan keluaran hasil proses belajar mengajar siswa

C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan  identifikasi  dan pembatasan masalah, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.     Apakah penerepan sistem reward dan funishment dapat meningkatkan  disiplin guru dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar ?
2.     Apakah disiplin guru memiliki pengaruh terhadap efektifitas kegiatan proses belajar mengajar  ?

D.    Tujuan Penelitian
1.     Tujuan penelitian tindakan sekolah  ini adalah  agar ditemukan cara terbaik dalam peningkatan disiplin guru  sehingga  diharapkan dapat meningkatkan  hasil proses belajar mengajar
2.     Terciptanya kegiatan proses belajar mengajar yang efektif

E.    Manfaat Penelitian
1.     Manfaat Bagi  Kepala Sekolah
a.     Ditemukannya suatu cara dalam meningkatkan displin guru  guna meningkatakan  hasil proses pembelajaran
b.     Tercuptanya  kegiatan proses belajar mengajar yang efektif 
3.     Ketertiban sekolah akan menjadi lebih baik
2.     Manfaat Bagi Guru  dan Siswa
        a.     Semakin meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab profesi
        b.     Semakin memahami pentingnya disiplin dalam melaksanakan tugas prfesi  guna meningkatakan  hasil proses belajar mengajar
        c.     Kegiatan proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik sehingga target kurikulum dapat tercapai tepat pada waktunya


Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

0 komentar:

Poskan Komentar