Jumat, 21 September 2012

PTK SMP - 11 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA


UPAYA MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS
MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA

Oleh : Jafrizal *)

 
Abstrak. Hasil observasi di beberapa SLTP di Bayang ditemukan bahwa banyak siswa SLTP yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris. Untuk itu perlu digunakan strategi baru agar dapat meningkatkan kemampuan berbicara mereka, yaitu dengan menggunakan teknik KWL dan permainan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan teknik KWL dan permainan bahasa dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa.
  
Penelitian ini diadakan pada gugus SLTP 2 Bayang Kelas 3 semester I Tahun Ajaran 2002-2003 yang terdiri dan 6 sekolah, waktu penelitian berlangsung selama 2 bulan dengan 3 siklus. Siklus I siswa melengkapi tabel kolom (K) dan kolom (W) dengan pengalaman yang berhubungan dengan topik dan materi yang mereka ingin ketahui. Berikutnya siswa mengemukakan hasil atau kesimpulan dari materi yang mereka pelajari dan ditulis pada kolom (L). Di setiap akhir pertemuan, siswa melakukan permainan bahasa sesuai dengan topik bahasan. Siklus II siswa menjawab pertanyaan sesuai panduan guru peneliti. Siklus III sebelum pembelajaran semua siswa diberi tugas belajar di rumah tentang topik bahasan yang akan diajarkan berikutnya.
 
Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan siswa yang aktif berbicara pada sikius I sekitar 10%, sikius II 15% dan sikius III sebanyak 20,8%. Hal ini juga terlihat pada ulangan harian siswa,yang diajar dengan menggunakan teknik KWL dan permainan bahasa lebih baik, dan persentase ketuntasan belajar pun lebih tinggi dibanding dengan yang tidak menggunakan teknik KWL.
 
PENDAHULUAN
 
Pelajaran bahasa Inggris di SLTP berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Setelah menamatkan studi, mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang cerdas, terampil dan berkepribadian serta siap berperan dalam pembangunan nasional (GBPP 1994).
 
Pengajaran bahas Inggris di SLTP meliputi keempat keterampilan berbahasa yaitu: membaca, menyimak, berbicara dan menulis. Semua itu didukung oleh unsur-unsur bahasa lainnya, yaitu: Kosa Kata, Tata Bahasa dan Pronunciation sesuai dengan tema sebagai alat pencapai tujuan.
 
Dari ke empat keterampilan berbahasa di atas, pembelajaran keterampilan berbicara ternyata kurang dapat berjalan sebagaimana mestinya. Siswa belum mampu berkomunikasi walaupun dalam bahasa Inggris yang sangat sederhana. Di lain pihak, kurikulum SLTP 1994 mengisyaratkan bahwa siswa yang telah menamatkan jenjang pendidikan  setingkat SLTP harus mampu menyampaikan ide, pendapat, ataupun tanggapan terhadap suatu masalah dalam bahasa Inggris yang sederhana.
 
Siswa kelas III di lingkungan gugus SLTPN 2 Bayang misalnya, setelah belajar bahasa Inggris selama  dua  tahun  belum  mampu  juga menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi sekalipun dalam bentuk yang sederhana. Bahkan yang lebih tragis lagi, belakangan ini timbul kecenderungan bagi siswa untuk membenci pelajaran  bahasa  Inggris karena  mereka menganggap bahwa pelajaran bahasa Inggris suatu yang membosankan dan menakutkan.

Salah satu usaha untuk menanggulangi masalah ini, guru-guru di gugus SLTPN 2 Bayang sepakat melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang kali ini dilakukan pada murid kelas 3, dengan judul "Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas III di SLTPN 2 Bayang Melalui Teknik KWL dan Permainan Bahasa".

Penelitian ini bertujuan agar siswa dapat mampu menggunakan bahasa Inggris untuk hal-hal yang sederhana, seperti:

1.  Bertanya,
2.  Menjawab pertanyaan, baik yang diajukan oleh guru maupun oleh teman-teman sekelas,
3.  Tidak merasa malu berbicara dalam bahasa Inggris.

Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan ataupun dengan jarak jauh. Moris dalam Novia (2002) menyatakan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang alami antara anggota masyarakat untuk mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk tingkah laku sosial. Sedangkan, Wilkin dalam Maulida (2001) menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris dewasa ini adalah untuk berbicara. Lebih jauh lagi Wilkin dalam Oktarina (2002) menyatakan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan menyusun kalimat-kalimat karena komunikasi terjadi melalui kalimat-kalimat untuk menampilkan perbedaan tingkah laku yang bervariasi dari masyarakat yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA
 
1)  Octarina, D. 2001. Interactive activities as the way to improve EFL learners' speaking abilities. Makalah Tugas Akhir S1 - Padang: UNP Padang.
2)  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1999. Suplemen GBPP. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
3)  Novia, T. 2002. Strategy to improve student's ability in speaking. Makalah Tugas Akhir S1. Padang: UNP Padang.
4)  Wright and Backy. 1984. Language art: Content and strategies. London: Longman.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700





0 komentar:

Poskan Komentar