Jumat, 21 September 2012

PTK SMP - 10 paya Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Penerapan Teknik Skema


Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Melalui Penerapan Teknik Skema

Oleh : Fuad Asnawi*


Abstrak. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman melalui penerapan teknik skema pada siswa kelas 2 SUP Mataram Kasihan Bantul Penelitian ini dilakukan pada 40 siswa kelas 2 SLTP Negeri Mataram Kasihan Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan malalui observasi guru, siswa dan catatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata sebelum tindakan penelitian sebesar 50%, dan nilai rata-rata sesudah tindakan sebesar 73%. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada siswa SLTP Mataram Kasihan sebesar 23 %.

PENDAHULUAN

Berbahasa pada dasarnya adalah proses interaktif komunikatif yang menekankan pada aspek-aspek bahasa. Kemampuan memahami aspek-aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan dalam proses komunikasi. Aspek-aspek bahasa tersebut antara lain keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Secara karakteristik, keempat keterampilan itu berdiri sendiri, namun dalam penggunaan bahasa sebagai proses komunikasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan keterpaduan dari beberapa aspek. Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang terdapat dalam GBPP SLTP Kelas 2 adalah keterampilan membaca. Keterampilan membaca selalu ada dalam setiap tema pembelajaran. Hal tersebut membuktikan pentingnya penguasaan keterampilan membaca.

Membaca, terutama membaca pemahaman bukanlah sebuah kegiatan yang pasif. Sebenarnya, pada peringkat yang lebih tinggi, membaca itu, bukan sekedar memahami lambang-lambang tertulis, melainkan pula memahami, menerima, menolak, membandingkan dan meyakini pendapat-pendapat yang ada dalam bacaan. Membaca pemahaman inilah yang dibina dan dikembangkan secara bertahap pada sekolah (Tompubolon: 1987).
 
Lebih dari itu, Tulalessy (1995) berpendapat bahwa membaca mahir (avented reading) harus mulai diajarkan pada siswa kelas 1 SLTP sehingga siswa SLTP bisa menuju pada membaca di seberang baris (reading beyond the lines).

Pembelajaran membaca pemahaman menggunakan teknik skema merupakan salah satu upaya tepat karena dengan teknik skema siswa harus menghubungkan  pengalamannya  dengan pengalaman yang ada dalam buku teks.

Menurut Sujana (1995) langkah-langkah pembelajaran menggunakan teknik skema adalah:

1)     bersikap positif terhadap apa yang diketahui murid jadikanlah apa yang telah diketahui murid itu sebagai batu loncatan atau jembatan dalam usaha menolong mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan,

2)     menggunakan analogi, perbandingan, bahkan kalau perlu, perbandingan metaforis untuk menjembatani apa yang telah mereka ketahui dengan hal-hal baru atau asing,
3)     memberikan contoh sebanyak-banyaknya mengenai konsep yang baru itu.
4)     metaforis untuk menjembatani apa yang telah mereka ketahui dengan hal-hal baru atau asing,
5)     memberikan contoh sebanyak-banyaknya mengenai konsep yang baru itu.
 
Pada kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan membaca pemahaman siswa kelas 2 pada SUP Mataram Kasihan Bantulmasih cukup memprihatinkan. Hal tersebut dimungkinkan karena siswa tidak benar-benar memahami bacaan yang disediakan. Melihat kenyataan tersebut di atas, peneliti tertarik untuk meneliti masalah tersebut. Sebagai  pemecahannya  adalah  dengan diterapkannya teknik skema dalam pembelajaran membaca pemahaman. Untuk mengetahui seberapa jauh teknik skema dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami teks bacaan, maka perlu diadakan penelitian tindakan.
 
Untuk memberikan arah penelitian yang jelas dan operasional berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan masalah penelitan ini sebagai berikut: Bagaimanakah upaya meningkatkan keterampilan membaca pemahaman melalui penerapan teknik skema siswa kelas 2 pada SLTP Mataram Kasihan Bantul?
 
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dengan menerapkan teknik skema pada siswa kelas 2 SLTP Mataram Kasihan Bantul.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas 2 SLTP Mataram Kasihan Bantul. Jumlah subyek penelitian adalah 40 siswa kelas 2 pada SLTP tersebut. Karakteristik siswa pada dasarnya hampir sama (homogen). Lokasi sekolah jauh dari pusat kota, dengan latar sosial orang tua siswa rata-rata rendah sehingga berakibat pada rendahnya kemampuan mambaca siswa.

DAFTAR PUSTAKA
 
1)     Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1966. Garis-garis program pengajaran. Jakarta: Depdikbud
2)     Hamied, F.A. 1995. Teori skema dan kemampuan analistis dalam bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius
3)     Moelono, A.M. 1990. Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
4)     Sujana, A.S.H. 1988. Modul materi pokok membaca UT. Jakarta: Karunika.
5)     Purwo, B.K. 1979. Pokok-pokok pengajaran dan kurikulum bahasa Indonesia 1994. Jakarta: Depdikbud.
6)     Soedarsono, F.X. 1987. Pedoman pelestarian penelitian tindakan kelas. Yogyakarta: Dikti
7)     Syamsi, K. 2000. Makalah penyusunan proposal penelitian tindakan kelas. Yogyakarta: disampaikan pada Pelatihan Demand Driven di SLTPN 1 Sewon, September 2001.
8)     Tarigan, H. 1987. Pengajaran membaca. Bandung: Ganesa.
Tulalessy, D. 1991. Kompetensi membaca bulletin pusat perbukuan. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdikbud

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700





0 komentar:

Poskan Komentar