Minggu, 23 September 2012

PTK SMA - 10 PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN MATRIKS DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW


PENINGKATAN    MOTIVASI    BELAJAR    DAN    HASIL    BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN MATRIKS DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW
SISWA KELAS XII IA.1  SMA NEGERI 1 MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2007/2008
BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting terhadap berbagai disiplin ilmu, dan mengembangkan daya piker manusia. Hal ini disebabkan perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh ilmu matematika dalam hal teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika distrik. Oleh karenanya, untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mengingat pentingnya peran ilmu matematika itu, pemerintah mewajibkan semua sekolah dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, memberikan pokok bahasan pelajaran matematika kepada para siswa. Kebijakan ini diterapkan tentunya agar para siswa sebagai generasi penerus bangsa mampu melakukan berbagai inovasi dalam bidang Iptek untuk memakmurkan bangsa dan Negara. Tentu saja Pokok Bahasan yang diberikan, pendekatan, strategi dan metode pengajarannya berbeda-beda antara jenjang pendidikan yang rendah dengan yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan matematika merupakan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif. Oleh karena itu, agar pelaksanaan pembelajaran matematika pada semua jenjang pendidikan berlangsung dengan baik, maka para siswa harus memiliki penguasaan matematika yang memadai.
Dalam realitasnya, para siswa, termasuk siswa kelas XII IA.1 SMA Negeri Madiun mengalami kesulitan dalam pembelajaran Matematika, khususnya dalam hal pemahaman terhadap Pokok Bahasan, sehingga motivasi belajar berkurang. Tentu saja hal tersebut mengakibatkan prestasi yang dicapai kurang menggembirakan, misalnya pada postes pra siklus rerata nilai yang  dicapai adalah 63 jauh di bawah nilai KKM yang telah ditetapkan yaitu  67.  Kondisi ini sangat merisaukan para guru maupun kepala sekolah karena rendahnya prestasi di bidang matematika selain berpengaruh pada penguasaan  iptek juga pada ujian nasional. Atas dasar hal tersebut di atas, maka gejala rendahnya motivasi siswa untuk belajar di kelas perlu adanya pembelajaran bervariasi dengan suasana yang menyenangkan sehingga akan meningkatkan hasil belajar khususnya mata pelajaran matematika.
Selama ini pembelajaran matematika dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut: (1) guru menerangkan pokok bahasan baru; (2) memberi contoh soal dan pemecahannya, (3) meminta siswa mengerjakan soal latihan secara individu; (4) mengumpulkan hasil pekerjaan siswa; (5) menugasi siswa secara bergiliran mengerjakan soal di papan tulis, dan (6) menjelaskan pokok bahasan yang dianggap sulit oleh siswa. Ternyata dengan pembelajaran seperti itu terus menerus membuat siswa merasa bosan dan menjadi pasif selama pembelajaran, terlebih untuk siswa yang berkemampuan rendah dalam pelajaran matematika yang berjumlah 40%. Sementara siswa yang tergolong pandai di kelas XII IA.1 hanya 30% dan yang cukup 30%. Adanya variasi  dalam hal tingkat kemampuan matematika siswa memang kurang tepat kalau pembelajarannya dilakukan dengan metode yang sama terus menerus. Oleh karenanya, untuk meningkatkan motivasi belajar matematika, pemilihan metode yang digunakan dalam pembelajaran kelas haruslah bervariasi sehingga perserta didik tidak merasa bosan dan jenuh dalam menghadapi pokok bahasan-pokok bahasan yang harus dipelajari.
Penggunaan metode kooperatif model Jigsaw menjadi salah satu alternatif yang dipandang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran Matemtika di kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun. Dengan metode kooperatif diharapkan (1) ada kerjasama antara siswa yang pandai, sedang, dan kurang, (2) semua peserta didik aktif dalam pembelajaran di kelas untuk mengerjakan tugas, dan (3) peserta didik yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini, penulis mengambil judul: “PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN MATRIKS DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW SISWA KELAS XII IA.1 SMA NEGERI 1 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2007/2008”

B.                 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah dapat dibuat suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1.         Apakah metode kooperatif model Jigsaw efektif dalam pembelajaran Matematika pokok bahasan Matriks pada kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun?”
2.         Apakah metode kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar Matematika pokok bahasan Matriks pada kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun?”
3.         Apakah metode kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar Matematika pokok bahasan Matriks pada kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun?”

C.                Tujuan Penelitian

            Tujuan yang akan dicapai dalam Penelitian Tindakan Kelas ini  adalah:
1.         Mengetahui efektifitas pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam pembelajaran matematika pokok bahasan Matriks pada siswa kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun.
2.         Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam meningkatkan motivasi belajar matematika pokok bahasan Matriks pada siswa kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun.
3.         Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan Matriks pada siswa kelas XII IA.1 SMA Negeri 1 Madiun.

D.                Manfaat Penelitian

            Hasil pelaksanaan penelitian penerapan kelompok belajar dalam pembelajaran matematika ini akan memberikan manfaat yang berarti bagi perorangan/instansi di bawah  ini:
1.    Bagi Siswa
a.         Meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran di kelas
b.         Meningkatkan hasil belajar siswa
2.    Bagi Guru
a.         Menemukan alternatif model pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
b.         Mengatasi problem pembelajaran yang selama ini banyak dikeluhkan terutama berkaitan dengan ketidakberhasilan pembelajaran matematika.
c.         Meningkatkan profesionalisme melalui upaya penelitian tindakan kelas.
3.    Bagi Sekolah
a.         Memberikan masukan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa.
b.         Sebagai sarana pemberdayaan untuk meningkatkan kerjasama dan kreativitas guru.
4.                  Bagi Guru Lain
a.     Mengembangkan inovasi pembelajaran.
b.    Mengembangkan minat siswa untuk belajar matematika.

DAFTAR PUSTAKA


Arifin Zaenal. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya

Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Koko Martono, R. Eryanto, Firman Syah Noor, (2007). Matematika dan Kecakapan Hidup, Untuk SMA 12A. Bandung : Ganeca Exact.

Rini Budiharti. 2001, Strategi Belajar Mengajar. Surakarta :  UNS Press.

UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700





0 komentar:

Poskan Komentar