Jumat, 13 Juli 2012

PTK SD 05- PAYA PENINGKATAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEQIP


UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEQIP
DI KELAS 5 SD NEGERI 01 KALISORO TAWANGMANGU
TAHUN PELAJARAN 2007/2008



BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang Masalah
        Pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan bertujuan untuk membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Ini berarti bahwa pembangunan mempunyai jangkauan yang luas dan jauh. Berhasil tidaknya program pembangunan faktor manusia memegang peranan yang sangat penting. Untuk pembangunan ini diperlukan manusia yang berjiwa pemikir, kreatif dan mau bekerja keras, memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki sifat positif terhadap etos kerja.
                Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dan menonjol dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan di sekolah memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.
        Menurut Syah (1998) ditemukan bahwa penguasaan guru tentang metode pengajaran masih berada  dibawah standar. Maka guru merasa tergugah untuk memperbaikinya melalui peningkatan penguasaan metode mengajar. Sebagai seorang guru yang professional hendaknya dapat memilih dan menerapkan metode yang efektif agar materi yang dipelajari oleh siswa dapat dipahami dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar.
                IPA sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan ilmu pasti di samping aspek penalaran dan hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk ilmu pasti. Sifat materi pelajaran IPA tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan eksperimental, terutama guru menggunakan metode  eksperiman, ceramah maupun tanya  jawab terjadi dialog imperatif. Padahal dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yng dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan mengajukan pertanyaan atau tangapan, sehingga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif.
        Disamping itu IPA juga mampu memberikan kepada siswa untuk mengembangkan penalarannya di samping aspek nilai dan moral banyak memuat materi alam dan bersifat hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hafalan. Sifat materi pelajaran IPA tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, terutama guru menggunakan metode  ceramah maupun tanya  jawab terjadi dialog imperatif. Padahal dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yang dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan, sehingga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif. Situasi belajar ini dapat tercipta melalui penggunaan pendekatan dan metode yang tepat. Sebagai seorang guru yang professional hendaknya dapat memilih dan menerapkan metode yang efektif agar materi yang dipelajari oleh siswa dapat dipahami dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar.
                Penguasaan siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Kalisoro Tawangmangu terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam masih kurang karena menurut data terakhir semester I tahun 2008/2009 daya serap siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada materi alat pencernakan manusia hanya 60 %, berdasarkan data tersebut maka guru akan mencari masalah-masalah yang mengganggu dan menghambat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran tersebut sehingga dapat meningkatkan penguasaan materi dan hasil belajar siswa.
                Susunan laporan ini berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan serta slama pelaksanaan, observasi dan diskusi yang dilakukan dalam 2 siklus penelitian tindakan kelas untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas V, maka laporan ini disusun dengan sistematika secara garis besar meliputi Pendahuluan, perencanaan perbaikan, pelaksanaan, temuan dan kesimpulan.
                Adapun penelitian mengambil judul :
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN SISWA TERHADAP MATERI PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEQIP DI KELAS 5 SD NEGERI 01 KALISORO TAWANGMANGU TAHUN PELAJARAN 2008/2009 
          
B.      Identifikasi Masalah
             Proses belajar mengajar kelas V Sekolah Dasar Negeri 01 Kalisoro Tawangmangu terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam materi alat-alat pencernakan manusia dalam 2 kali ulangan rata – rata hanya 10 siswa dari 39 siswa yang mencapai penguasaan materi sebesar 70% ke atas. Selama pembelajaran berlangsung siswa tidak termotivasi untuk penjelasan guru karena guru dalam mengajar tidak melibatkan siswa secara aktif, bahkan sering guru memberi pertanyaan pada akhirnya guru sendiri yang menjawab. Hal tersebut terlihat bahwa pelajaran didominasi oleh guru dan penjelasan guru kurang didukung dengan metode yang sesuai dan menarik perhatian siswa.
             Pada umumya siswa sekolah dasar kurang berminat terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam karena dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena harus membaca, menghitung dan menghafalkan materi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu :
1.       Siswa mempunyai anggapan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari
2.       Siswa tidak berani bertanya dan cenderung pasif
3.       Pengetahuan dan informasi yang diterima siswa masih sebatas produk hafalan
4.       Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
5.       Guru sering tidak menggunakan metode pembelajaran yang sesuai
6.       Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru
Berangkat dari masalah – masalah yang sangat mengganggu dan menghambat siswa yang bersangkutan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, maka guru mengadakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan terhadap mata pelajaran IPA pada diri siswa

C.      Analisis dan Perumusan Masalah

             Dari identifikasi masalah, yang kemudian didiskusikan dengan teman sejawat dan supervisor, diketahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa kurang menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru, maka dapat dikemukakan analisis pemasalahan sebagai berikut :
a.       Pembelajaran yang kurang tepat
b.       Metode pembelajaran kurang bervariasi, metode ceramah sangat mendominasi dalam pembelajaran
c.        Berpusat pada guru sehingga situasi kelas kurang hidup
d.       Urutan konsep pembelajaran yang masih kurang tepat
e.        Masih kurangnya menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS)
Berdasarkan identifikasi dan analisis masalah yang menjadi fokus perbaikan maka dapat dirumuskan sebagai berikut : “Bagaimana meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran alat-alat pencernakan manusia dengan menggunakan alat peraga peta konsep di kelas 5 SD Negeri 01 Kalisoro Tawangmangu Tahun Pelajaran 2008/2009”. 

DAFTAR PUSTAKA


Arifin Zaena. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Karya
Haryono, (2004), Buku Sains kelas IV, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Tim Tunas Sains, (2004), Muchtar Kasmuri, Buku Sains  kelas V, Yudistira, Jakarta.
Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali
Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 



Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word),
hubungi : 081 567 745 700

0 komentar:

Poskan Komentar