Selasa, 24 Mei 2016

KODE PTK SMP 207 = Ig 166 : Implementing Scanning And Skimming To Minimize Time Consuming in Answering Reading Comprehension Test (An Action Research At The Eighth Year Of SMP XXX in 2009/2010 Academic Year)

KODE PTK SMP 207 = Ig 166 : Implementing Scanning And Skimming To Minimize Time Consuming in Answering Reading Comprehension Test (An Action Research At The Eighth Year Of SMP XXX in 2009/2010 Academic Year)




SUMMARY



This research aims at describing (1) the implementation of scanning and skimming in answering reading comprehension test of the eighth year students of SMP XXX (2) the result of implementing the scanning and skimming techniques in answering reading comprehension test of the eighth year students of SMP XXX (3) the students’ responses to the implementation of scanning and skimming techniques in answering reading comprehension test.
The research is conducted in SMP XXX. The writer takes a class of the eighth year in 2006/ 2010 academic year that consists of 40 students as sample. The writer implements action research with four action procedures and  collects the data through test, observation, and interview.
After analyzing the data, the writer finds that (1) the implementation of scanning and skimming in answering reading comprehension test run well, the students are able to implement these techniques to answer reading test, (2) the result shows that by implementing scanning and skimming, students can minimize 43% of their previous normal average time in answering reading test, they consume 75 seconds to answer a reading question before implementing scanning and skimming and 43 seconds after implementing scanning and skimming (3) almost all students argue that scanning and skimming are helpful in answering reading test, scanning and skimming are new skills for them.
Keywords: scanning, skimming, reading comprehension test




Bibliography
Djiwandono, P. Istiarto. 2002. Strategi Membaca Bahasa Inggris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Fauziati, Endang. 2005. Teaching of English as a Foreign Language. Surakarta: Muhammaditah University Press
Grellet, Francois. 1992. Developing Reading Skills. Cambridge: Cambridge University Press
Handayani, Esti. 2008. Increasing Students Reading Comprehension by Using Card Sort at the Seventh Year of SMP N 1 Sidoharjo, Wonogiri (Student’s Thesis of Muhammadiyah University of Surakarta)
Kustaryo, Sukirah. 1988. Reading Techique for College Students. Jakarta: DEPDIKNAS
McTaggart, Robin. 1999.Action Research; A Short Modern Theory. Victoria: Deskin University
Mikulecky, Beatrice & Linda Jeffries. 1986. Reading Power: Reading Faster, Thinking Skills, Reading for Pleasure, Comprehension Skills. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Company.
Oxford. 2003. Oxford Learner’s Pocket Dictionary: New Edition. China: Oxford University Press
Purwanto, M. Ngalim. 1985. Prinsi-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Karya CV
Nurgiantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pangajaran Bahasa dan Sastra: Edisi Ketiga. Yogjakarta: BPFE
Nurhadi. 2005. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Rachmawati, Afifah Sari. 2009. A Descriptive Study on Teaching Reading to the First Year Students of MTsN 1 Surakarta in 2008/2009 Academic Year (Student’s Thesis of Muhammadiyah University of Surakarta)
Simanjuntak, Edhitia Gloria. 1988. Developing Reading Skills for EFL Students. Jakarta: DEPDIKBUD
Soedarso. 2000. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sudjana, Nana. 1990. Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sukardi, H.M. 2008. Evaluasi Pendidikan: Pribsip and Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara
 Suwarsih, Madya. 2007. Teori dan Praktik penelitian tindakan (Action Research). Bandung: Alfabeta
Waridjan. 1991. Tes Hasil Belajar Gaya Objektif. Semarang: IKIP Semarang Press
Wiriatmaja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya


Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi / sms ke HP 089 679 540 116

KODE PTK SMP 206 = Pd-801 : UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MAKE A MATCH (PTK Kelas VIII SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2008/2009)

KODE PTK SMP 206 = Pd-801 : UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN MAKE A MATCH (PTK Kelas VIII SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2008/2009)


ABSTRAK



Penelitian ini bertujuan: 1) meningkatkan kekatifan siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan make a match. 2) meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan make a match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 siswa sebagai subyek yang menerima tindakan. Subyek pelaksanaan tindakan adalah peneliti. Subyek yang membantu pelaksanaan adalah guru matematika dan kepala sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, catatan lapangan, review, metode test dan metode dokumentasi. Teknik analisis data dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Hasil penelitian ini yaitu 1) Adanya peningkatan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika melipuiti a) keberanian mengerjakan soal di depan kelas sebelum dilakukan tindakan 12,5% meningkat menjadi 72,5% b) keaktifan siswa mengemukakan pendapat sebelum dilakukan tindakan 5% meningkat menjdi 60% c) keberanian siswa menanggapi atau mengajukan pertanyaan sebelum dilakukan tindakan 7,5% meningkat menjadi 65% d) mengerti dan dapat melakukan langkah pendekatan kerjasama dalam kelompok sebelum dilakukan tindakan 0% meningkat menjadi 77,5% e) kerjasama dalam kelompok sebelum dilakukan tindakan 5% meningkat menjadi 70%. 2) Adanya peningkatan prestasi belajar yang siswa yang mendapat nilai diatas 60 sebelum dilakukan tindakan 25% meningkat menjadi 65%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan make a match dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika.
Kata Kunci: Keaktifan, Pendekatan make a match





DAFTAR PUSTAKA
 

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Buchori, Mochtar. 2001. Pendidikan Antisipatoris. Yogyakarta: Kanisius.
Depdiknas. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kerja. Jakarta.
Kurniawati, Arie. 2006. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa pada Pokok Bahasan Bangun Segi-4 melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (TEAMS-GAMES-TOURNAMENTS). Skripsi Surakarta: FKIP UMS (tidak diterbitkan)
Moleong, Lexy J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfa Beta.
Muslimah, Nana. 2006. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pola Latihan Interaktif. Skripsi. Surakarta: FKIP UMS (tidak diterbitkan).
Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Sardiman, A. M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukoco, Lilik. 2003. Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa dalam Pembelajaran Matematika melalui Pola Latihan Interaktif. Skripsi. Surakarta : FKIP UMS (tidak diterbitkan).
Sutama, 2000. Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Pembenahan Gaya Mengajar Guru di SLTP Negeri 18 Surakarta. Yogyakarta : Pasca Sarjana UNY (tidak diterbitkan).
Usman, Uzer. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remadja Rosdakarya.
Widyastuti, Wahyu. 2003. Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika melalui Pembelajaran Kooperatif tipe TGT (TEAMS-GAMES-TOURNAMENTS). Skripsi. Surakarta : FKIP UMS (tidak diterbitkan).




Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116

Sabtu, 21 Mei 2016

KODE PTK SMP 205 = Pd 799: Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Pada Materi Limas Melalui Model Pembelajaran Kumon (PTK Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Limas di Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2008/2009)

KODE PTK SMP 205 = Pd 799: Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Pada Materi Limas Melalui Model Pembelajaran Kumon (PTK Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Limas di Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2008/2009)



ABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
KUMON
(PTK Kelas VIII SMP Negeri 1 XXX Tahun Ajaran 2008/2009)
Penelitian ini bertujuan: 1) meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kumon. 2) meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kumon. Jenis penelitian adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 siswa sebagai subyek yang menerima tindakan. Subyek pelaksanaan tindakan adalah peneliti. Subyek yang membantu pelaksanaan adalah guru matematika dan kepala sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, catatan lapangan, review, metode tes dan metode dokumentasi. Teknik Analisis data dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Adanya peningkatan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika meliputi a) keaktifan siswa dalam memperhatikan penjelasan guru dikelas sebelum dilakukan tindakan 37,5% meningkat menjadi 85% b) keaktifan siswa menjawab pertanyaan sebelum dilakukan tindakan 37,5% meningkatkan menjadi 65% meningkatkan menjadi 70% d) keaktifan mengerjakan soal secara mandiri sebelum tindakan 25% meningkat menjadi 65% e) keaktifan mengerjakan soal didepan kelas sebelum dilakukan tindakan 12,5% meningkat menjadi 60%. 2) Adanya peningkatkan prestasi belajar siswa, siswa yang mendapat nilai diatas 70 sebelum dilakukan tindakan 60% meningkatkan menjadi 95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kumon dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi siswa pembelajaran matematika.
Kata kunci: Keaktifan, Prestasi, Model Pembelajaran Kumon


Untuk Mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116

KODE PTK SMP 204 : Penerapan Strategi Pembelajaran Small Group Discussion Kolaborasi Crosword Puzzle Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri XXX Tahun 2011

KODE PTK SMP 204 : Penerapan Strategi Pembelajaran Small Group Discussion Kolaborasi Crosword Puzzle Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri XXX Tahun 2011


ABSTRAK



Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi kemerdekaan mengemukakan pendapat pada siswa kelas VII B SMP XXX tahun 2011  melalui penggunaan metode small group disscussion kolaborasi crossword puzzle. Sebelum diberikan tindakan keaktifan siswa kurang dan guru sudah mengupayakan alternatif pemecahannya dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi kelompok. Akan tetapi penerapan metode tersebut belum mampu meningkatkan keaktifan siswa. Solusi yang ditawarkan oleh penelitian adalah dengan menggunakan metode pembelajaran small group disscussion kolaborasi crossword puzzle. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informan atau narasumber, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Prosedur dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus. Diharapkan dengan penerapan strategi pembelajaran small group disscussion kolaborasi crossword puzzle. keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi kemerdekaan mengemukakan pendapat pada siswa kelas VII B SMP XXX Tahun 2011 dapat meningkat minimal 75% dari 28 siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi kemerdekaan mengemukakan pendapat pada kelas VII A SMP XXX yaitu dari yang aktif bertanya, berpendapat, dan menjawab pertanyaan yaitu sebelum diadakannya tindakan dengan menggunakan strategi pembelajaran small group disscussion kolaborasi crossword puzzle siswa yang aktif materi perlindungan dan penegakan hak asasi manusia sebanyak 8 siswa atau 28,6%. Setelah dilakukan tindakan yang telah disepakati yaitu menerapkan strategi pembelajaran small group disscussion kolaborasi crossword puzzle, siklus I meningkat menjadi 15 siswa atau 53,6% dan siklus II meningkat menjadi 20 siswa atau 71,5%. Hasil penelitian ini telah melampaui indikator kinerja. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tindakan kelas ini, hipotesis yang menyatakan “Diduga dari penggunaan metode card sort kolaborasi small group discussion, dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi kemerdekaan mengemukakan pendapat Pada Siswa Kelas VII B SMP XXX Karanganyar  Tahun 2011” terbukti dan dapat diterima kebenarannya.
Kata Kunci: Strategi pembelajaran, Small group disscussion kolaborasi crossword puzzle,    Keaktifan, Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat.



DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 2006a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Pratik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2006b. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Akasara.
Aqib. Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.
Bakry, Noor MS. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar bahasa Indonesia Ed. 3. Jakarta: Balai Pustaka.
Jannah, Atika Nur. 2008. Pengaruh Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Minat Dan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP N 1 Mojotengah Wonosobo tahun Ajaran 2007/2008 [Abstract]. Skripsi S-1. Surakarta: UniversitasMuhammadiyahSurakarta.http://etd.eprints.ums.ac.id/181/. Diakses 27 April 2010.
Irenewati, Terry. 2007. Optimalisasi Penerapan Metode Small Group Discussion dalam Pembelajaran Mata Kulian Sejarah Australia dan Oceania di Program Studi Pendidikan Sejarah. (Penelitian). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY. (http://www.google.com) diakses Minggu, 18 April 2011 pukul 21.40).
Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
UU. RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Kansil, C.S.T. 1989. Pengantar Ilmu Hukum Dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Nasution, Irwan dan Syafaruddin. 2005. Manajemen Pembelajaran. Jakarta: Quantum Teaching.
Patilima, Hamid. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Priyanto, Sugeng et al. 2008. Contextual Teaching and Learning Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VII Edisi 4. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Rioseptiadi.http://www.scribd.com/doc/23510106/makala-kewarganegaraan?secretpassword=&autodown=docx. Diakses 28 Maret 2010 pukul 16.29 Wib.
Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sardiman. 2007. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Zaini, Hisyam et al. 2002. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD.




Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi / sms ke HP 089 679 540 116

Rabu, 18 Mei 2016

KODE PTK SMP 203 : Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort Kolaborasi Small Group Discussion Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) Pada Siswa kelas VII A SMP Negeri XXX Tahun 2011

KODE PTK SMP 203 : Penerapan Strategi Pembelajaran Card Sort Kolaborasi Small Group Discussion Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) Pada Siswa kelas VII A SMP Negeri XXX Tahun 2011


ABSTRAK



Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM) pada siswa kelas VII A SMP XXX tahun 2011  melalui penggunaan metode card sort kolaborasi small group disscussion. Sebelum diberikan tindakan keaktifan siswa kurang dan guru sudah mengupayakan alternatif pemecahannya dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi kelompok. Akan tetapi penerapan metode tersebut belum mampu meningkatkan keaktifan siswa. Solusi yang ditawarkan oleh penelitian adalah dengan menggunakan metode pembelajaran card sort kolaborasi small group disscussion. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informan atau narasumber, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Prosedur dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus. Diharapkan dengan penerapan strategi pembelajaran card sort kolaborasi small group disscussion. keaktifan siswa dalam proses pembelajaran PKn materi perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM) pada siswa kelas VII A SMP XXX Tahun 2011 dapat meningkat minimal 75% dari 27 siswa.


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM) pada kelas VII A SMP XXX yaitu dari yang aktif bertanya, berpendapat, dan menjawab pertanyaan yaitu sebelum diadakannya tindakan dengan menggunakan strategi pembelajaran card sort kolaborasi small group disscussion siswa yang aktif materi perlindungan dan penegakan hak asasi manusia sebanyak 10 siswa atau 37,7%. Setelah dilakukan tindakan yang telah disepakati yaitu menerapkan strategi pembelajaran card sord kolaborasi small group disscussion, siklus I meningkat menjadi 12 siswa atau 44,4% dan siklus II meningkat menjadi 20 siswa atau 74,1%. Hasil penelitian ini telah melampaui indikator kinerja. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tindakan kelas ini, hipotesis yang menyatakan “Diduga dari penggunaan metode card sort kolaborasi small group discussion, dapat Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM) Pada Siswa Kelas VII A SMP XXX  Tahun 2011” terbukti dan dapat diterima kebenarannya.
Kata Kunci: Strategi pembelajaran, Card Sort kolaborasi small group disscussion,    Keaktifan, Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat.



DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Kansil, C.S.T dan Cristine. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan Perguruan Tinggi. Jakarta: Pradnya Paramita.
Irenewati, Terry. 2007.  Optimalisasi Penerapan Metode Small Group Discussion dalam Pembelajaran Mata Kulian Sejarah Australia dan Oceania di Program Studi Pendidikan Sejarah. (Penelitian). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY. (http://www.google.com) diakses Minggu, 18 April 2011 pukul 21.40).
Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif (Buku Sumber tentang Metode-metode Baru). Jakarta: UIP.
Moleong, Lexi J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nawawi, Hadari dan Martini Hadari. 1992. Instrument Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Purwitosari, Mamik. 2009. Peningkatan Keaktifan Belajar Matematika Dengan Strategi Pembelajarn Card Sort Dikelas IV Semester I SD WONOKERTO 3 (PTK Di SD Wonokerto 3 Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Silberman, Mel. 2001. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta.: Insan Madani.
Sriyono, dkk. 1992. Teknik Belajar Mengajar Dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyarto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SMP Kelas VII. Surakarta: Grahadi.
Tim Penyusun Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yng Kreatif dan Efektif). Jakarta: Bumi Aksara.
Zaini, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Insan Madani.
(http://wwwNuansasamasel.blogspot.com).
(http://www.fadhly.tk/ /menjadikan-dinamika-perkembanganpendidikan-di-indonesia.html).
(http:// penerapan-strategi-belajar-aktif-tipe.html).
(http:// penerapan-strategi-belajar-aktif-tipe.html).
(http://hasanjoen.blogspot.com/2009/10/metode-mengajar-ala-dbe.html).
(http:// penerapan-strategi-belajar-aktif-tipe.html
(http://mahmudsapsalbrg.wordpress.com).
(http:// ardhana12.word press. Com /2009/01/20/ indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2)




Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi / sms ke HP 089 679 540 116

Selasa, 17 Mei 2016

KODE PTK SMP 202 : Pelaksanaan Program Pengayaan Dengan Menggunakan Metode Pemberian Tugas Sebagai Upaya Pencapaian Hasil Belajar Yang Optimal Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Kelas IX Program Khusus Semester Gasal MTs N XXX Tahun Ajaran 2009/2010

KODE PTK SMP 202 : Pelaksanaan Program Pengayaan Dengan Menggunakan Metode Pemberian Tugas Sebagai Upaya Pencapaian Hasil Belajar Yang Optimal Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Kelas IX Program Khusus Semester Gasal MTs N XXX Tahun Ajaran 2009/2010




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Guru merupakan komponen pendidikan yang paling banyak ambil bagian dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pengelolaan kegiatan belajar mengajar guru dituntut berbagai bentuk kemampuan, yang meliputi kemampuan merencanakan, melaksanakan dan menilai proses dan hasil belajar. Dengan perencanaan yang matang akan memperlancar dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan yang tepat dan memperoleh hasil penilaian yang mantap dan akurat.
Dari hasil penilaian, guru masih harus dituntut lagi untuk menindaklanjuti hasil penilaian. Baik siswa yang memperoleh nilai tinggi, maupun yang rendah semuanya haruslah ditindaklanjuti agar dapat mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Siswa-siswa yang memperoleh nilai tinggi, dalam arti mereka dalam belajar mengalami laju belajar yang cepat. Sedangkan yang nilainya rendah, jelas bahwa mereka mengalami kesulitan belajar.
Siswa yang laju belajarnya cepat dan siswa yang mengalami kesulitan belajar semuanya harus diberikan tindakan lanjutan. Tindakan bagi siswa yang laju belajarnya lebih cepat diberikan tindakan pengayaan, dan siswa yang mengalami kesulitan belajar diberikan tindakan remedial. Kedua tindakan diatas meskipun arahnya sama namun tujuannya berbeda. Pengayaan bertujuan untuk memberikan perluasan wawasan bagi siswa untuk menguasai lebih banyak materi yang pernah dipelajari. Sedangkan remedial bertujuan untuk pengulangan terhadap materi yang pernah diberikan tapi belum dikuasai.
Tindakan pengayaan maupun remedial semuanya dilaksanakan diluar jam pelajaran yang telah ditetapkan dalam GBPP, dan tugas-tugas yang diberikan haruslah ada sangkut pautnya dengan materi yang pernah dipelajari. Dalam pelaksanaan pengayaan, tugas yang diberikan merupakan tugas yang memerlukan pemikiran lebih mendalam, memerlukan analisis serta pengamatan yang cermat, sehingga hasilnya yang diperoleh merupakan pengetahuan yang lebih lengkap dari pada siswa yang mengikuti program remedial.
Berdasarkan hasil observasi penulis terhadap hasil rata-rata tes formatif dalam pembelajaran pokok bahasan bahasa inggris kelas IX program khusus semester gasal MTsN XXX tahun ajaran 2010-2011, menunjukkan kecenderungan tercapainya ketuntasan belajar. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya siswa yang memperoleh nilai 7 ke bawah atau lebih kecil dari nilai 7.
Hasil penilaian formatif yang aria kecenderungan mencapai ketuntasan belajar tersebut perlu ditindaklanjuti agar prestasi belajar yang dicapai optimal.
Oleh karena itu, penulis merasa tertarik untuk memberikan tindakan pengayaan menggunakan metode pemberian tugas. Dengan tindakan pengayaan yang menggunakan metode pemberian tugas diharapkan siswa dapat mencapai prestasi belajar yang optimal dalam pembelajaran bahasa inggris di kelas IX program khusus semester gasal MTsN XXX tahun ajaran 2006-2007.
B.     Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka masalah-masalah yang ada dapat di identifikasikan sebagai berikut:
1.      Hasil tes formatif mata pelajaran bahasa inggris di kelas IX program khusus semester gasal MTsN XXX tahun ajaran 2006-2007 menunjukkan tercapainya ketuntasan belajar.
2.      Hasil tes formatif yang telah dicapai siswa tersebut perlu ditindaklanjuti, agar prestasi belajar siswa lebih optimal.
3.      Tindaklanjut yang tepat untuk mengatasi hasil belajar diatas adalah dengan mengadakan tindakan pengayaan.
4.      Tindakan pengayaan yang lebih tepat dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar yang optimal adalah tindakan pengayaan dengan menggunakan metode pemberian tugas.
5.      Tindakan pengayaan dengan menggunakan metode pemberian tugas diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa inggris di kelas IX program khusus semester Gasal MTsN XXX tahun ajaran 2009-­2010 secara optimal.
C.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, dan identifikasi masalah, maka disini masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut :
Dengan tindakan pengayaan dengan menggunakan metode pemberian tugas diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran bahasa inggris di kelas IX program khusus semester gasal MTsN XXX tahun ajaran 2009-2010 secara optimal.
D.    Pembatasan Masalah
Untuk mengindari terjadinva kesulitan dalam menyimpulkan hasil penelitian dan juga menghindari terjadinya salah pengertian dalam memahami hasil penelitian, maka dalam penelitian ini masalahnya hanya dibatasi pada:
1.      Tindakan pengayaan pelajaran bahasa inggris di kelas IX program khusus semester gasal MTsN XXX tahun ajaran 2009-2010.
2.      Metode pemberian tugas adalah strategi pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan guru dengan cara memberikan tugas yang ada hubungannya dengan mata pelajaran yang bersangkutan.
E.     Tujuan penelitian.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas program pengayaan dengan menggunakan metode pemberian tugas dalam pembelajaran hahasa inggris di kelas IX program khusus semester gasal MTsN XXX tahun ajaran 2009-2010.         
F.     Kegunaan Penebtian.
Apabila penelitian ini dapat diselesaikan, diharapkan hasilnya dapat berguna bagi
1.      Guru.
Guru bahasa Inggris dapat memanfaatkan program pengayaan dengan menggunakan metode pemberian tugas, sebagai alternatif untuk meningkatkan basil belajar secara optimal.
2.      Siswa.
Siswa dapat menyadari tentang arti pentingnya program pengayaan dengan menggunakan metode pemberian tugas dalam meningkatkan prestasi belajar siswa secara optimal.
3.      Peneliti lain.
Agar peneliti lain termotivasi untuk cenderung mengadakan penelitian sejenis terhadap program pengayaan mata pelajaran yang lain.



DAFTAR PUSTAKA



Depdikbud. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar, Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar : Ditjen Dikdasmen, Dir. PEndidikan Dasar. Jakarta.
Djagi, Tarigan Dkk. 1999. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah : Universitas Terbuka. Jakarta.
H.J Gino. 1990.  Perencanaan Program Pengajaran dan Sumber Belajar : Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta.
Handari Nawawi. 1983. Metodologi Penelitian Bidang Sosial : Yogyakarta University Press. Yogyakarta.
I.I Pasaribu dan B. Simanjuntak.1982. Proses Belajar Mengajar : PT. Tarsito. Bandung.
Ischak dan Warji. 1987. Program Remidial dalam Proses Belajar Mengajar : Liberty. Yogyakarta.
Muhammad Ali. 1986. Guru dan Proses Belajar Mengajar : Rosdakarya. Bandung.
Suharno. 1989. Interaksi Belajar Mengajar. Universitas Sebelas Maretv Surakarta.
Sutrisno Hadi.1990. Metodologi Riset : UGM. Yogyakarta.
Sugiyanto. 1987. Metodologi penelitian : universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Suharsimi Arikunto. 1986. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan : Bumi Aksara. Jakarta.
Suharsimi Arikunto. 1989. Prosedur Penelitian : Bina Aksara. Jakarta.
W.S. Winkel. 1991. Psikologi Pengajaran : PT Grasindo. Jakarta.



Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116

KODE PTK SMP 201 : Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Bahasa Baku Bahasa Indonesia di SMP Negeri XXX Melalui Penerapan Cooperative Learning

 KODE PTK SMP 201 : Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dengan Menggunakan Bahasa Baku Bahasa Indonesia di SMP Negeri XXX Melalui Penerapan Cooperative Learning 




ABSTRAK
Bahasa sebagai sarana komunikasi menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Namun, perkembangan tidak diimbangi dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Banyak pemakai bahasa terutama di kalangan para siswa belum bisa menempatkan diri di mana dengan siapa mereka berbicara. Untuk itu kebiasaan dalam penggunaan bahasa baku mutlak diperlaukan oelh pemakai bahasa terutama para siswa. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas manusia serta menghasilkan pribadi yang santun dalam kehidupan bermasyarakat.
Berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar adalah keterampilan yang cukup sulit dikuasai oleh siswa SMP XXX. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi dari 38 orang siswa, hanya 12 orang siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal yaitu 65 dan nilainyapun kurang memuaskan. Oleh karena itu peneliti perlu mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Guru sebagai fasilitator pembelajaran di kelas harus mampu memilih materi yang menarik dan metode yang tepat serta menyenangkan. Banyak pendekatan, metode dan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran “Berbicara”, salah satunya dengan menggunakan penerapan COOPERATIVE LEARNING (CL).
Penelitian diadakan di keals IX D SMP XXX, dengan jumlah siswa 38 orang. Penelitian diadakan dalam 2 siklus tindakan dimulai dengan membentuk kelompok belajar. Selanjutnya siswa diberi lembar wacana dalam bentuk cerpen lalu siswa mendiskusikannya secara kelompok. Sebagai evaluasi siswa mengungkapkan kembali wacana tersebut dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar di depan kelas.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran, dapat disimpulkan bahwa keempat komponen penelitian yang meliputi kegiatan guru, kegiatan siswa, suasana pembelajaran dan evaluasi terhadap materi menunjukkan keberhasilan melakukan perubahan yang signifikan. Pembelajaran “berbicara” melalui penerapan COOPERATIVE LEARNING (CL) mampu meningkatkan kompetensi siswa sehingga memperoleh hasil yang memuaskan.
Keberhasilan penerapan cooperative learning (CL) mampu mengubah strategi pembelajaran yang tadinya lebih banyak berpusat pada guru (TEACHER CENTERED) mulai bergeser pada kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (STUDENT CENTERED).





DAFTAR PUSTAKA
Ali Lukman, 1991, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta
Burhan, Jahir, 1971, Problema Bahasa dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Ganaco, Bandung
Idris, Z H, dkk. 1981. Petunjuk Guru “Bahasa Indonesia”. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta
Kagan, Spencer. 1992. Cooperative Learning. San Juan. Capistrano
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1999. Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. Balai Pustaka, Jakarta
Lie, Anita. 2005. Cooperative Learning. Grasindo, Jakarta
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta
Samsuri. 1980. Analisa Bahasa. Erlangga, Jakarta
Sukarman, Herry. 2003. Dasar Dasar Didaktik dan Penerapannya dalam Pembelajaran. Direktorat Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta
Tarigan, Henry Guntur. 1981. Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa. Bandung.
Tarigan, Henry Guntur. 1989. Pelangajaran Remedi Bahasa. Angkasa. Bandung
Wiriaatmadja, R. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Remaja Rosdakarya. Bandung.




Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi / sms ke HP 089 679 540 116

Senin, 09 Mei 2016

KODE Pd 695 = PTK SMP 149 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIID SMP N XXX Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Lingkaran Dengan Model Pembelajaran CTL

KODE Pd 695 = PTK SMP 149 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIID SMP N XXX Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Lingkaran Dengan Model Pembelajaran CTL




ABSTRAK
Model pembelajaran adalah suatu pola atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang diterapkan agar tujuan atau kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat tercapai dengan lebih efektif dan efisien. Model pembelajaran CTL merupakan model pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki  dengan  penerapannya  dalam  kehidupan  mereka  sehari-hari.  Model pembelajaran dengan CTL mempunyai tujuh komponen, yaitu: konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, permodelan, Refleksi, penilaian yang sebenarnya.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIID SMP N XXX pada materi pokok lingkaran dengan menggunakan model pembelajaran CTL.
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran dengan model pembelajaran CTL. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII D beserta guru matematika SMPN XXX tahun pelajaran 2006/2007.
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dan setiap akhir siklus diadakan evaluasi. Tiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi.
Pelaksanaan penelitian dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 76,07 dan ketuntasan hasil belajarnya 80,95%, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II adalah 82,29 dan ketuntasan hasil belajarnya 92,86%. Keaktifan siswa pada siklus I pertemuan pertama mencapai 70,83% dan pertemuan kedua mencapai 75%, sedangkan pada siklus II pertemuan pertama adalah 77,08% dan pertemuan kedua adalah 81,25%.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika.
Saran yang disampaikan adalah hendaknya guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, salah satu model pembelajaran adalah model pembelajaran CTL.





DAFTAR PUSTAKA
Amin Suyitno. 2006, Model-model Pembelajaran dan Penerapannya di SMP/Mts, Semarang, Universitas Negeri Semarang.Direktur Pendidikan Lanjutan Pertama. 2002, Pendekatan Kontekstual, Departemen Pendidikan Nasional.
 Barnet Rich. 2001, Geometri Belajar Super Cepat, Harmein Irzam, 2005, tanpa kota, Erlangga.
Dimyati, Mudjiono. 2002, Belajar dan Pembelajaran, Rineka Cipta Jakarta. Direktur Pendidikan Lanjutan Pertama. 2002, Pendekatan Kontekstual, Departemen Pendidikan Nasional.
H. Eman Suherman,Turmudi, Didi Suryadi, Tatang Herman, Suhendra, Sufyani Prabawanto, Nurjanah, Ade.                              Rohayati. 2003, Strategi Pembelajara Barnet Rich 2001, Geometri Belajar Super Cepat, Harmein Irzam, 2005, tanpa kota, Erlangga.
Herman Hudoyo. 2003, Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran
Matematika, Malang, Fakultas Mipa Universitas Negeri Malang.
Muhamad Nur. 2000, Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan
Kontruktivis Dalam Pengajaran, Surabaya, Unesa- University Press.
Paul.Suparno. 1997; Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan, Yogyakarta, kanisius.Nur Muhamad. 2000, Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Kontruktivis Dalam Pengajaran, Surabaya, Unesa- University Press.
Sri. Wardhani. 2002, Pembelajaran Matematika Yang Kontekstual, Makalah disampaikan dalam Diklat TOT Matematika untuk guru swasta, Yogyakarta, 1-12 Agustus.



Untuk Mendapatkan File Lengkap Silahkan Hubungi / sms ke HP 089 679 540 116

Jumat, 06 Mei 2016

KODE PTK SMP 073 : Penerapan Hasil Stylasi Secara Variatif Dalam Bentuk Motif Untuk Menggambar Design Seni Batik Guna Meningkatkan Kualitas Belajar Seni Rupa Kelas VIII C SMPN xxx Tahun 2005

KODE PTK SMP 073 : Penerapan Hasil Stylasi Secara Variatif Dalam Bentuk Motif Untuk Menggambar Design Seni Batik Guna Meningkatkan Kualitas Belajar Seni Rupa Kelas VIII C SMPN xxx Tahun 2005





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pembangunan sumber daya manusia diperlukan demi kelangsungan pembangunan nasional. Seni batik adalah karya seni rupa Indonesia asli warisan luhur nenek moyang yang mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.\
Batik adalah gambar tulisan yang dibuat pada lembaran kain dengan bahan lilin dan pewarna napfitol dan soga menggunakan alat canting dan atau kuas, serta teknik tutup celup. Menggambar atau melukis dengan bahan lilin yang dipanaskan menggunakan canting atau kuas disebut membatik. Seni batik dikenal ada dua yaitu batik painting (batik lukis) dan batik printing (batik cap).
Untuk dapat mencipta karya seni batik yang baik, terlebih dahulu harus mengenal motif. Dasar untuk mencipta motif yang memiliki nilai artistik dan estitik adalah siswa harus memahami proses pengayaan bentuk (stylasi).
SMP Negeri XXX yang merupakan jenjang pendidikan menengah yang diselenggarakan dalam rentang waktu tiga tahun untuk memberikan kemampuan mewujudkan kreatifitas berkarya seni melalui proses pembuatan seni dengan menggambar desan batik menggunakan rangkaian motif.
Berawal dari motif inilah siswa akan mampu menciptakan karya seiring dengan perkembangan cipta, rasa dan karya yang dimiliki dalam bentuk karya seni batik.
B.     Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas maka perumusan masalah penelitian ini sebagai berikut:
1.      Apa yang dilakukan siswa dalam mencipta motif yang baik?
2.      Bagaimana cara membuat desain batik yang baik?
C.     Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang dimaksud di atas penelitian ini bertujuan:
1.      Siswa mampu mencipta motif yang baik sesuai dengan kreatiifitasnya menggunakan stylasi Distorsi, Diformasi dan Transformasi dari jenis tumbuhan, hewan dan manusia.
2.      Siswa mampu menerapkan motif hasil ciptaannya ke dalam media gambar serta merangkainya, sehingga menghasilkan karya seni yang artistik dan estetik.
D.    Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi peneliti, penelitian ini dapat memperluas pengetahuan tentang macam ragam motif batik tradisional Indonesia.
2.      Hasil penelitian ini akan memberikan informasi bagi siswa tentang proses pembuatan seni batik, sebagai sumber penelitian seni budaya yang perlu kita lestarikan sampai saat ini dan siswa mampu mencipta karya inovatif dan mengembangkan dengan baik.




DAFTAR PUSTAKA
Bambang Utoro, 1979. Pola-Pola Batik dan Pewarnaan; Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.
Martini dan RP Wrindio Dirdjoamiguno.1993.Belajar Melukis Batik dan Motif-motif Batik. Yogyakarta: Nur Cahaya.
Muhammad Nazir.1988. Metode Penelitian: Jakarta: Ghalia Indonesia.
Tini Nurhayati Suhartini. 2002. Makna Simbolis Motif Batik Keraton Kasepuhan Cirebon. Cirebon.
Singarimbun, Masri.1985. Metode Penelitian Sesuai LP3ES
Sugiarto, Setyobudi, Musoiful Faqih, Dyah Purwani Styaningsih. 2005. Kesenian Untuk SMP. Jakarta. Erlangga.
Surahmad Winarno. 1982. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung.




Untuk Mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116

Rabu, 27 April 2016

KODE PTK SMP 070: Meningkatkan Prestasi Belajar Akidah Akhlak Melalui Penerapan Model Pembelajaran Mastery Learning (Belajar Tuntas) di Kelas VII-A MTs XXX

 KODE PTK SMP 070: Meningkatkan Prestasi Belajar Akidah Akhlak Melalui Penerapan Model Pembelajaran Mastery Learning (Belajar Tuntas) di Kelas VII-A MTs XXX



ABSTRAK
 “Meningkatkan Prestasi Belajar Akidah Akhlak Melalui Penerapan Model Pembelajaran Mastery Learning (Belajar Tuntas) di Kelas VII-A MTs XXX
Berdasarkan latar belakang bahwa peserta didik dipandang dalam kegiatan pembelajaran sebagai individu dan sosial. Setiap peserta didik memiliki perbedaan minat (interest), kemampuan (ability), kesenangan (preference), pengalaman (experience), dan cara belajar (learning style). Sehingga guru disamping memikirkan bahan pelajaran, hendaklah ia memikirkan cara agar mudah dimengerti dan dapat meningkatkan prestasi. Salah satu metodenya adalah dengan Mastery Learning (belajar tuntas).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru menggunakan Mastery Learning dalam pembelajaran akidah akhlak di MTs. XXX dan untuk mengetahui daya serap peserta didik dalam pembelajaran akidah akhlak dengan Mastery Learning.
Berpijak dari masalah yang ada, pembelajaran Mastery Learning dalam mata pelajaran akidah Akhlak harus disesuaikan dengan karakteristik penguasaan materi yang dipelajari. Menurut hasil pengamatan dan observasi di lapangan khususnya di MTs. XXX, fenomena yang terjadi dewasa ini cenderung adanya penurunan prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik intern maupun ekstern. Salah satu yang menjadi faktor menurunnya siswa adalah metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar, sehingga hal ini membuat peneliti untuk mencoba menggunakan Mastery Learning untuk meningkatkan prestasi siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggunakan alat pengumpul datanya dengan observasi, wawancara dan tes. Pendekatan analisis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.
Berdasarkan hasil pengolahan data, ditemukan hasil prosentasi dari para siklus adalah sebagai berikut:
-          Pra-Siklus, nilai rata-rata hasil prestasi belajar siswa adalah 62,71%
-          Siklus I, dihasilkan nilai rata-ratanya adalah 75,57%
-          Siklus II, dihasilkan nilai rata-ratanya adalah 80%




DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, (2006), Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Yogyakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar, (1997), Media Pengajaran, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Darsono, Max, dkk., (2001), Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam.
Dimyati dan Mudjiono, (2006), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Hadi, Nur, (2002), Pendekatan Kontekstual, Jakarta: Depdiknas.
Harjanto, (2006), Perencanaan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar, (2007), Proses Belajar Mengajar, Bandung: Bumi Aksara.
Ibrahim, dkk., (2003), Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Mulyasa, E., (2004), Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mohadjir, Noeng, (2002), Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial: Suatu Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif, Yogyakarta: Rake Sarasin.
Mulyana, E., (2006), Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik dan Konsep, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslich, (2007), KTSP, Dasar Pemahaman dan Pengembangan, Jakarta: Bumi Aksara.
Nurkencana, Wayan dan PPN Sunartana, (1986), Evaluasi Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional.
Nurdin, Syafruddin, (2005), Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, Jakarta: Kuantum Teaching.
Nur Hadi, (2002), Pendekatan Kontekstual, Depdiknas: Jakarta.
Naim, Ngainun, (2007), Materi Penyusunan Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nasution, S., (2005), Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Bumi Aksara.
Sanjaya, Wina, (2007), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group.
Sudarman, (2000), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali.
Sudjana, Nana, (2001), Media Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, Nana, (2001), Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, Nana, (2006), Penilaian Hasil Belajar, Bandung, Remaja Rosda Karya.
Sugiyono, (2006), Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R & D, Bandung: Alfabeta.
Wardani, I.G.A.K., (2004), Pemantapan Kemampuan Guru Mengajar, Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Waridjan, (1991), Tes Hasil Belajar Gaya Objektif, Semarang: IKIP Semarang Press.
Warji R, (1983), Program Belajar Mengajar Dengan Prinsip Belajar Tuntas (Mastery Learning), Surabaya: Institut Dagang.
Winkel, WS., (1996), Psikologi Belajar, Jakarta: Gramedia.
Yamin, Martinis, (2007), Profesional Guru dan Implementasi KTSP, Jakarta: Gaung Persada Press.
Zayadi, (2005), Tadzkirah Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berdasarkan Pendekatan Kontekstual, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Zuhairini, (1998), Metodologi Pendidikan Agama, Surabaya: Usaha Nasional.






Untuk Mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 089 679 540 116